Moskow (KABARIN) - Rusia mengklaim berhasil mencegat dan menghancurkan 172 drone Ukraina dalam serangan semalam yang menyasar sejumlah wilayah negara tersebut. Dari jumlah itu, 60 drone dilaporkan mengarah ke Moskow, menjadikannya salah satu serangan pesawat tanpa awak terbesar yang menargetkan ibu kota Rusia sepanjang tahun ini.
Kementerian Pertahanan Rusia pada Selasa menyatakan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil menghentikan ratusan drone yang terbang di berbagai wilayah, termasuk di atas Laut Azov dan Laut Hitam.
Serangan tersebut juga menyasar wilayah Moskow. Wali Kota Moskow Sergey Sobyanin mengatakan pasukan pertahanan udara Rusia telah menembak jatuh puluhan drone Ukraina yang mendekati ibu kota sejak pagi hari.
Menurut Sobyanin, sebanyak 60 drone berhasil dicegat sebelum mencapai targetnya. Berdasarkan data resmi yang ia sampaikan, angka tersebut menjadikan serangan kali ini sebagai salah satu yang terbesar yang pernah mengarah ke Moskow sepanjang 2026.
Sebelumnya, serangan drone terbesar yang tercatat terjadi pada 17 Mei lalu ketika Rusia mengklaim berhasil mencegat 81 drone yang menuju Moskow. Selain itu, 38 drone dilaporkan dihancurkan pada 16 Mei dan 61 drone pada 7 Mei.
Di tengah serangan yang masih berlangsung, Sobyanin mengungkapkan bahwa salah satu fasilitas di Kilang Minyak Moskow mengalami kerusakan. Namun, hingga kini belum ada rincian lebih lanjut mengenai tingkat kerusakan maupun dampaknya terhadap operasional kilang tersebut.
Dampak serangan juga dilaporkan terjadi di wilayah Krasnodar, Rusia bagian selatan. Otoritas setempat menyebut sebuah fasilitas penyimpanan minyak di Desa Poltavskaya terbakar setelah terkena puing-puing drone yang telah ditembak jatuh.
Sementara itu, Kementerian Situasi Darurat Rusia melaporkan sebuah bangunan permukiman di Kota Elektrostal, yang berada di sebelah timur Moskow, turut mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.
Meski sejumlah fasilitas mengalami dampak, hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi adanya serangan terhadap kilang minyak tersebut. Dalam unggahannya di Telegram, Zelenskyy menyebut operasi itu sebagai bagian dari "sanksi jarak jauh".
Serangan drone skala besar ini kembali menunjukkan meningkatnya intensitas konflik antara Rusia dan Ukraina, yang kini tidak hanya berlangsung di garis depan pertempuran, tetapi juga menjangkau infrastruktur strategis di wilayah masing-masing negara.
Baca juga: Rusia Tembak Jatuh 10 Drone yang Mengarah ke Moskow
Baca juga: Ukraina Klaim Produksi Minyak Rusia Turun ke Level Terendah
Sumber: ANAD