Jakarta (KABARIN) - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana pemerintah untuk menaikkan alokasi anggaran pembangunan di seluruh wilayah Indonesia, termasuk hingga level desa, dalam beberapa tahun ke depan.
Pernyataan tersebut disampaikan saat meresmikan penyelesaian Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah tahun 2025 dengan total panjang 1.151 kilometer yang tersebar di berbagai daerah di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Selasa.
"Dalam tahun-tahun akan datang kita akan tingkatkan biaya untuk pembangunan di seluruh daerah-daerah sampai ke desa-desa," kata Prabowo.
Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada daerah yang tertinggal hanya karena keterbatasan infrastruktur jalan. Menurutnya, pembangunan jalan memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat karena memperlancar mobilitas ekonomi, distribusi barang, serta akses layanan publik.
Presiden juga menekankan bahwa pembangunan jalan merupakan bagian dari strategi memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Indonesia adalah negara sangat besar dengan wilayah yang sangat luas dengan kondisi geografis yang berbeda-beda. Biaya angkut akan menjadi lebih murah kalau jalan-jalan cukup, kalau ada konektivitas di antara semua pusat-pusat produksi dan tempat-tempat pemukiman," ujar Presiden.
Ia turut mengingatkan pemerintah daerah agar menjaga dan memaksimalkan pemanfaatan infrastruktur yang telah dibangun.
Lebih lanjut, Prabowo menyebut proyek jalan daerah tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum serta pemerintah daerah yang terlibat dalam pelaksanaannya.
Menurutnya, kualitas pembangunan jalan yang telah selesai dinilai sudah baik dan harus dipertahankan. Ia juga menegaskan bahwa setiap penggunaan anggaran negara harus dilakukan secara optimal.
"Semua pengeluaran uang rakyat harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya," kata Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, Presiden meresmikan secara simbolis pembangunan jalan daerah sepanjang 1.151 kilometer di 37 provinsi sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan nasional.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan bahwa proyek tersebut bertujuan memperlancar distribusi logistik dari kawasan produksi ke pasar serta memperkuat keterhubungan antara jalan daerah, jalan nasional, dan pusat layanan masyarakat.
Ia menambahkan bahwa pembangunan tersebut didukung anggaran APBN sebesar Rp5,41 triliun dan telah selesai sepenuhnya.
"Seluruh pekerjaan tersebut kita kawal dengan ketat mutunya, dilaksanakan secara terencana, terukur, dan akuntabel. Saat ini telah 100 persen telah selesai dan dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat," kata Dody.
Dody juga menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan kini tidak terpusat di wilayah tertentu, melainkan menyebar ke berbagai daerah di Indonesia guna memperkuat pertumbuhan ekonomi dan konektivitas nasional.
Sumber: ANTARA