Jakarta (KABARIN) - Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah pada perdagangan Kamis pagi. Mata uang Indonesia tercatat turun 15 poin atau sekitar 0,08 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Berdasarkan data perdagangan pada Kamis pagi, kurs rupiah berada di level Rp17.967 per dolar AS. Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.952 per dolar AS.
Pelemahan ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah masih berlanjut di tengah berbagai sentimen yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan global maupun domestik. Meski penurunannya relatif tipis, pergerakan nilai tukar tetap menjadi perhatian pelaku pasar karena dapat berdampak pada aktivitas perdagangan, investasi, hingga harga barang impor.
Nilai tukar rupiah sendiri dalam beberapa waktu terakhir cenderung bergerak fluktuatif seiring perkembangan ekonomi global, kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed), serta kondisi geopolitik internasional yang masih dinamis.
Bagi masyarakat, pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS kerap menjadi indikator penting karena dapat memengaruhi biaya perjalanan ke luar negeri, harga produk impor, hingga sejumlah sektor usaha yang bergantung pada transaksi menggunakan mata uang asing.
Pada perdagangan Kamis pagi, rupiah dibuka di level Rp17.967 per dolar AS atau melemah dibandingkan posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.952 per dolar AS. Pelemahan tersebut setara dengan 15 poin atau sekitar 0,08 persen.
Sumber: ANTARA