Kita harus konversi untuk mengurang impor. Kalau B50 bisa kita memenuhi kebutuhan kenapa bensin tidak
Jakarta (KABARIN) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah tengah mendorong penerapan kebijakan Bioetanol E20 sebagai langkah untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bensin.
Hal tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional Kajian Tengah Tahun Indef 2026 di Jakarta, Kamis.
“Kita harus konversi untuk mengurang impor. Kalau B50 bisa kita memenuhi kebutuhan kenapa bensin tidak,” kata Bahlil.
Ia menjelaskan, kebutuhan bensin nasional saat ini mencapai sekitar 40 juta kiloliter, sementara produksi dalam negeri baru sekitar 20 juta kiloliter. Artinya, masih ada selisih sekitar 20 juta kiloliter yang harus dipenuhi melalui impor.
Menurut Bahlil, kondisi tersebut perlu ditekan agar tidak terus membebani keuangan negara. Salah satu cara yang dinilai efektif adalah dengan memperluas penggunaan bioetanol dalam bahan bakar.
Ia menyebut, jika E20 diterapkan secara bertahap pada periode 2028 hingga 2029, maka porsi impor bisa ditekan hingga tersisa sekitar 16 juta kiloliter.
“Dari 20 juta kilo liter bensin dan nanti kita terapkan E20, berarti tinggal 16 juta. Tinggal kita dorong bagaimana bisa meningkatkan lifting untuk menghasilkan bensin,” ujarnya.
Bahlil juga mencontohkan bahwa sejumlah negara seperti Amerika Serikat dan Brasil sudah lebih dulu menggunakan bioetanol untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus menjaga cadangan devisa.
“Amerika, Brasil dan beberapa negara lain sudah menerapkan. Tujuannya apa? Agar kita bisa mengurangi impor supaya devisa kita itu tidak keluar,” katanya.
Selain mendorong kebijakan bioetanol, pemerintah juga berupaya meningkatkan produksi minyak mentah atau lifting dalam negeri. Upaya ini dilakukan agar ketergantungan impor dapat semakin ditekan.
Kementerian ESDM menyiapkan sejumlah strategi, mulai dari pemanfaatan teknologi, mengaktifkan kembali Plan of Development yang sempat terhenti, hingga mempercepat eksplorasi sumur minyak baru.
Bahlil menyebut terdapat sekitar 120 potensi sumur yang saat ini sedang dalam proses tender eksplorasi sebagai bagian dari upaya meningkatkan produksi nasional.
Sumber: ANTARA