Target Panda Bond Dinaikkan Jadi di Atas 1 Miliar Dolar AS

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bakal menaikkan target penerbitan surat utang Panda Bond di atas 1 miliar dolar AS.

Keputusan tersebut akan bergantung pada besarnya permintaan investor di pasar China.

"Tambah (target Panda Bond)," kata Purbaya dalam taklimat media di Jakarta, Jumat.

Purbaya menjelaskan akan terus memantau perkembangan pasar. Target pasti penerbitan Panda Bond nantinya akan mengikuti besaran minat para investor.

"Kita lihat market-nya seperti apa. Kalau demand-nya besar ya, kita perbesar sekalian," tuturnya.

Purbaya melanjutkan, kebutuhan penerbitan obligasi global pemerintah saat ini masih tersisa sekitar 3 miliar dolar AS. Apabila kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui penerbitan Panda Bond, pemerintah akan memaksimalkan instrumen tersebut.

Optimisme tersebut muncul seiring tingginya minat investor China terhadap rencana penerbitan Panda Bond. Karena itu, pemerintah memutuskan menunda jadwal penerbitan dari rencana semula pada awal Juli menjadi akhir Juli 2026.

Penundaan dilakukan untuk memberi waktu kepada sejumlah manajer investasi dan bank besar di China menyelesaikan proses persetujuan internal sebelum berpartisipasi dalam pembelian surat utang tersebut.

"Jadi Panda Bond itu tadinya mau dikeluarkan awal Juli, tapi rupanya (minat investor) meningkat, ada beberapa fund manager besar atau bank-bank besar sana yang terlambat tahu, jadi mereka minta kita untuk undur sedikit supaya mereka punya waktu untuk mengajukan proposal mereka ke investment committee mereka," kata Purbaya.

Ia mengatakan antusiasme investor yang melebihi perkiraan menjadi alasan utama pemerintah menyesuaikan jadwal penerbitan surat utang berdenominasi yuan renminbi tersebut.

Menkeu menilai permintaan tersebut merupakan sinyal positif atas tingginya minat investor China terhadap instrumen pembiayaan Indonesia. Karena itu, pemerintah memilih memberikan waktu tambahan agar partisipasi investor dapat lebih optimal.

"Saya pikir sudah bagus lah. Berarti minatnya besar tuh, jadi saya tunda sampai akhir Juli," tambah Purbaya.

Dengan mundurnya jadwal penerbitan, jumlah investor yang berpartisipasi diharapkan meningkat sehingga dana yang dihimpun dapat melampaui target awal.

Selain meningkatnya minat dari manajer investasi, Purbaya mengungkapkan sejumlah institusi keuangan besar di China juga mulai menunjukkan ketertarikan untuk terlibat dalam penerbitan Panda Bond.

Beberapa bank bahkan meminta kesempatan untuk menjadi underwriter agar dapat membantu memperluas pemasaran surat utang Indonesia di pasar China.

Sebelumnya, saat melakukan kunjungan kerja ke China pada 16-19 Juni 2026, Purbaya menyampaikan pemerintah menargetkan penerbitan awal Panda Bond senilai 1 miliar dolar AS.

Baca juga: Pemerintah Incar Panda Bonds 1 Miliar Dolar AS Tahun Ini

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka