IHSG Ditutup Melemah 1,28 Persen, Tertekan Sentimen Geopolitik dan Suku Bunga Global

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin ditutup melemah seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap risiko geopolitik di Timur Tengah serta arah kebijakan suku bunga global.

IHSG ditutup turun 75,34 poin atau 1,28 persen ke level 5.820,79. Sementara itu, indeks LQ45 juga melemah 10,71 poin atau 1,83 persen ke posisi 573,01.

Analis menyebut tekanan terhadap IHSG dipicu kombinasi sentimen eksternal dan internal yang membuat investor cenderung bersikap hati-hati.

Di sisi global, pasar masih dibayangi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang kembali memanas. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran akan stabilitas kawasan, termasuk risiko gangguan terhadap pasokan energi global.

Selain itu, pelaku pasar juga mencermati sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, China, dan Zona Euro, termasuk data ketenagakerjaan AS, PMI manufaktur China, hingga inflasi Zona Euro, yang dapat memengaruhi arah kebijakan bank sentral utama dunia.

Dari dalam negeri, investor turut menunggu rilis data PMI manufaktur Indonesia, inflasi Juni, serta neraca perdagangan yang menjadi indikator kondisi ekonomi nasional dan arah kebijakan moneter Bank Indonesia.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif dan cenderung berada di zona merah hingga penutupan sesi kedua. Tekanan terbesar berasal dari sektor infrastruktur, barang baku, dan keuangan, sementara sektor properti tercatat menjadi satu-satunya sektor yang menguat.

Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan volume mencapai 12,99 miliar lembar saham dan nilai transaksi sebesar Rp8,16 triliun. Adapun jumlah saham yang melemah lebih dominan dibanding yang menguat.

Di kawasan Asia, sebagian besar bursa regional justru ditutup menguat di tengah pergerakan pasar yang masih beragam.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka