IHSG Menguat di Tengah Sikap Hati-hati Investor Cermati Suku Bunga Global

waktu baca 2 menit

kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 5.320- 5.735. Potensi koreksi masih berpotensi terjadi, tetap hati-hati

Jakarta (KABARIN) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis pagi bergerak di zona hijau seiring sentimen pasar yang masih dipengaruhi ketidakpastian arah kebijakan suku bunga global.

IHSG dibuka menguat 14,72 poin atau 0,26 persen ke posisi 5.709,84. Sejalan dengan itu, indeks saham unggulan LQ45 juga tercatat naik 2,57 poin atau 0,46 persen ke level 559,32.

Analis menilai pergerakan IHSG masih cenderung terbatas dengan potensi fluktuasi yang cukup terasa. Secara teknikal, indeks diperkirakan bergerak dalam kisaran sempit dengan level support dan resistance tertentu, sehingga risiko koreksi tetap perlu diperhatikan investor.

Sentimen eksternal menjadi salah satu faktor penggerak pasar, terutama setelah pernyataan pejabat The Federal Reserve dalam forum European Central Bank (ECB) yang menyebutkan bahwa tekanan inflasi mulai mereda dan mendekati target 2 persen. Hal ini memperkuat ekspektasi bahwa kebijakan suku bunga tidak akan kembali dinaikkan dalam waktu dekat.

"Karena saat ini, harga energi dan bensin terus mengalami penurunan, karena ada kabar baik mengenai kesepakatan Amerika Serikat (AS) dan Iran,” ujar Nico.

Dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Juni 2026 sebesar 0,44 persen secara bulanan dan 3,34 persen secara tahunan. Kenaikan ini dipengaruhi faktor musiman, kenaikan harga bahan baku, serta energi.

Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 mencatat defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS akibat impor yang lebih besar dibanding ekspor, terutama pada komoditas bahan baku dan barang modal.

"Meski demikian, karena secara kumulatif Januari-Mei 2026 neraca perdagangan masih mencatat surplus, dampak terhadap fundamental ekonomi Indonesia diperkirakan masih terbatas,” ujar Nico.

Di pasar global, bursa Eropa dan Wall Street bergerak variatif, sementara bursa saham Asia juga menunjukkan pola yang beragam, mencerminkan pasar yang masih bergerak hati-hati di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka