Produksi Beras Naik, Mentan Yakin Swasembada Pangan Makin Kuat

waktu baca 3 menit

Indonesia kini tidak hanya mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga mulai diperhitungkan dunia sebagai salah satu kekuatan pangan global

Jakarta (KABARIN) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa target swasembada pangan Indonesia semakin solid seiring meningkatnya proyeksi produksi beras nasional pada awal 2026.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik BPS, produksi beras untuk konsumsi masyarakat periode Januari hingga Agustus 2026 diperkirakan mencapai 25,28 juta ton, lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, produksi pangan nasional terus menunjukkan tren positif. Arahan Bapak Presiden Prabowo sangat jelas, yaitu memperkuat produksi pangan nasional agar Indonesia semakin mandiri dan petani semakin sejahtera,” kata Mentan di Jakarta, Kamis.

Menurut Amran, peningkatan produksi ini tidak lepas dari berbagai kebijakan pemerintah yang menyentuh langsung sektor pertanian. Mulai dari percepatan masa tanam, perbaikan irigasi, penurunan harga pupuk bersubsidi, optimalisasi lahan, penggunaan alat mesin pertanian, hingga kebijakan harga gabah yang lebih menguntungkan petani.

Ia juga menyebut tren positif ini sejalan dengan proyeksi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia FAO yang memperkirakan produksi beras Indonesia pada 2026 dapat mencapai sekitar 38 juta ton. Capaian tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan produksi beras tertinggi di dunia.

“Indonesia kini tidak hanya mampu memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga mulai diperhitungkan dunia sebagai salah satu kekuatan pangan global,” ujar Mentan.

Amran menambahkan pemerintah terus mendorong berbagai program strategis seperti pembangunan dan rehabilitasi irigasi, perluasan lahan tanam, optimalisasi lahan rawa, mekanisasi pertanian, penggunaan benih unggul, serta penguatan hilirisasi sektor pertanian.

Ia menegaskan bahwa peningkatan produksi harus terus dijaga agar tidak hanya ketahanan pangan yang kuat, tetapi juga kesejahteraan petani ikut meningkat.

“Kita tidak boleh berhenti. Produksi harus terus ditingkatkan, biaya produksi petani harus ditekan, dan kesejahteraan petani harus terus naik,” tegas Mentan Amran.

Dari sisi data, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan bahwa kenaikan produksi beras sejalan dengan meningkatnya luas panen dan produksi padi nasional.

BPS mencatat produksi beras untuk konsumsi masyarakat pada Mei 2026 mencapai 2,84 juta ton, sementara potensi produksi Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan 8,42 juta ton atau naik 1,17 persen dibanding tahun sebelumnya.

Produksi padi juga mengalami peningkatan, dengan estimasi pada Mei 2026 mencapai 4,92 juta ton gabah kering giling GKG. Sementara periode Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan mencapai 14,61 juta ton GKG.

Secara keseluruhan, produksi padi Januari hingga Agustus 2026 diperkirakan mencapai 43,89 juta ton GKG, sedikit meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Kenaikan ini juga didorong oleh bertambahnya luas panen yang pada periode Januari hingga Agustus 2026 diperkirakan mencapai 8,35 juta hektare atau naik dibanding tahun sebelumnya.

Dengan berbagai indikator tersebut, pemerintah optimistis produksi pangan nasional akan terus meningkat dan memperkuat posisi Indonesia dalam peta ketahanan pangan global.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka