Studi Ungkap Kepribadian Memengaruhi Cara Seseorang Menikmati Musik

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Kepribadian seseorang ternyata berpengaruh terhadap cara menikmati musik, mulai dari lebih senang mendengarkannya sendirian hingga menjadikannya aktivitas sosial bersama teman. Hal itu terungkap dalam penelitian terbaru yang dilakukan Universitas Jyväskylä, Finlandia.

Dikutip dari Psychology Today, Sabtu (11/7) waktu setempat, penelitian yang dipimpin Alessandro Ansani dan tim menemukan bahwa cara seseorang menikmati musik tidak hanya dipengaruhi selera terhadap genre tertentu, tetapi juga berkaitan dengan karakter dan kepribadiannya.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti mengembangkan instrumen bernama Individual and Social Music Listening Scale (ISMUS-LI) untuk mengukur kecenderungan seseorang menikmati musik secara individu maupun bersama orang lain.

Skala itu memuat sejumlah pernyataan, seperti apakah seseorang merasa lebih terhubung dengan musik saat mendengarkannya sendiri atau justru lebih menikmati pengalaman bermusik ketika bersama teman.

Penelitian melibatkan 179 responden dewasa dari berbagai negara dengan rata-rata usia 33 tahun.

Hasil penelitian menunjukkan mayoritas peserta lebih memilih mendengarkan musik sendirian. Namun, seiring bertambahnya usia, kecenderungan menikmati musik bersama orang lain juga meningkat.

Peneliti menduga hal tersebut berkaitan dengan kebutuhan anak muda memanfaatkan musik sebagai sarana mengeksplorasi identitas diri selama masa perkembangan.

Studi itu juga menemukan hubungan yang cukup kuat antara tipe kepribadian dan preferensi dalam menikmati musik.

Individu dengan tingkat ekstroversi tinggi cenderung lebih menyukai pengalaman mendengarkan musik dalam suasana sosial. Sebaliknya, mereka yang memiliki tingkat neurotisisme tinggi lebih nyaman menikmati musik seorang diri.

Menurut peneliti, orang yang gemar mendengarkan musik bersama orang lain umumnya lebih menyukai genre yang mudah dinikmati secara berkelompok, seperti pop, rap, R&B, dan musik dansa.

Sementara itu, mereka yang lebih sering mendengarkan musik sendirian biasanya memanfaatkan musik sebagai media refleksi diri serta untuk memperdalam pengalaman emosional.

Peneliti juga menekankan bahwa preferensi tersebut tidak semata-mata dipengaruhi sifat introvert atau ekstrovert. Gaya berpikir sosial dan tingkat empati juga diduga berperan dalam menentukan apakah seseorang lebih menikmati musik secara kolektif atau personal.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman menikmati musik tidak hanya ditentukan oleh kualitas lagu atau penampilannya, tetapi juga oleh tujuan yang ingin dicapai pendengar melalui musik.

Bagi sebagian orang, musik menjadi ruang untuk merenung dan memahami diri sendiri. Sementara bagi yang lain, musik berfungsi sebagai sarana membangun kedekatan sosial, menari, atau berbagi pengalaman bersama orang-orang di sekitarnya.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka