Soul

Ide Kegiatan untuk Optimalkan Perkembangan Balita di Masa "Golden Age"

Jakarta (KABARIN) - Melihat anak tumbuh sehat dan berkembang pastinya jadi kebahagiaan bagi orang tua. Namun, di masa balita, tak sedikit orang tua yang masih bingung memilih aktivitas yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Padahal, aktivitas yang sesuai usia berperan besar dalam mengasah kemampuan motorik, sensorik, dan kognitif anak. Apalagi masa balita dikenal sebagai masa emas (golden age), yaitu periode saat otak anak berkembang sangat cepat dan optimal.

Dirangkum dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Halodoc, berikut rekomendasi kegiatan untuk balita berdasarkan tahap usianya.

Usia 0–6 Bulan

Di usia ini, pendengaran dan penglihatan bayi berkembang dengan pesat. Mereka mulai tertarik pada suara, warna, dan gerakan di sekitarnya. Di fase ini, aktivitas yang bisa dilakukan yakni:

  1. Stimulasi taktil (sentuhan): Berikan sentuhan lembut secara rutin untuk melatih kepekaan indera peraba.
  2. Stimulasi auditif (suara): Ajak bayi berbicara atau bernyanyi, dan bisa memberikan mainan berbunyi seperti kerincingan. Hal ini efektif melatih pendengaran sekaligus melatih koordinasi tangan saat mereka menggenggamnya.
  3. Eksplorasi visual: Kenalkan mainan dengan warna cerah dan kontras untuk melatih fokus penglihatan.
  4. Bercermin: Ajak bayi bercermin agar ia mengenali wajah, gerakan, dan ekspresi dirinya sendiri.

Usia 7–12 Bulan

Pada fase ini, bayi mulai duduk, merangkak, hingga berdiri. Mereka juga mulai mengenali nama, memahami kata-kata sederhana, menunjuk anggota tubuh, hingga suka mencari benda yang tersembunyi. Aktivitas yang disarankan seperti:

  1. Teether dan alat makan: Untuk menstimulasi pertumbuhan gigi. Selain itu, juga bisa menggunakan cangkir atau mangkuk berisi biskuit untuk melatih koordinasi tangan saat anak belajar mengambil dan menaruh makanan.
  2. Buku cerita bergambar: Membacakan buku bergambar sangat efektif untuk memperkaya kosakata dan membangun kemampuan komunikasi dasar anak sejak dini.
  3. Balok dan kubus warna-warni: Menyusun balok dengan berbagai ukuran dan warna dapat mengasah kreativitas, imajinasi, sekaligus mengenalkan konsep warna pada anak.
  4. Bola plastik: Membantu meningkatkan fleksibilitas gerak, keterampilan motorik, serta koordinasi antara mata dan tangan.
  5. Mainan peran (pretend play): Bermain boneka atau mobil-mobilan plastik bisa memicu daya imajinasi anak melalui permainan pura-pura sederhana.

Usia 1–3 Tahun

Di usia ini, anak mulai aktif berjalan, melompat, dan berbicara lebih lancar. Kemampuan sosialnya pun mulai berkembang. Aktivitas yang bisa dilakukan:

1. Permainan konstruksi (balok kayu, lego duplo, dan set bangunan): Aktivitas menyusun bentuk dan warna ini mengasah kemampuan perencanaan, kreativitas, serta memperkaya kosakata mengenai alat-alat konstruksi.

2. Pengembangan kognitif dan konsentrasi: Bermain puzzle, peg boards, atau permainan mencocokkan bentuk dapat melatih ketelitian, fokus, dan kecerdasan anak dalam memecahkan masalah.

3. Interaksi sosial dan komunikasi: Bermain bersama teman sebaya juga penting untuk membangun kemampuan sosialisasi dan kelancaran berkomunikasi sejak dini.

4. Permainan imajinatif (pretend play): Bermain boneka, stroller, telepon mainan, aksesori kostum, hingga miniatur hewan dan furnitur dapat memicu daya imajinasi melalui peran pura-pura.

5. Eksplorasi kreatif dan sensorik, seperti:

Usia 4–6 Tahun

Anak mulai lebih komunikatif, aktif bertanya, mampu mengikuti aturan dalam bermain dan berinteraksi dengan teman sebaya. Aktivitas yang disarankan untuk mengembangkan kemampuan anak seperti:

1. Literasi dan bahasa: Berikan buku cerita sebagai media untuk mengasah kemampuan berbahasa dan memperluas wawasan anak.

2. Permainan kognitif dan strategi:

3. Aktivitas motorik:

Pewarta: Putri Atika Chairulia
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: