Soul

Presiden Prabowo Berhalangan Hadir di Harlah ke-100 NU, Ini Penjelasan PBNU

Pada saat terakhir beliau mungkin berhalangan, karena ada tugas lain. Kami juga mendengar ada beberapa agenda negara terkait tamu-tamu negara yang hadir hari ini

Jakarta (KABARIN) - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menjelaskan alasan ketidakhadiran Presiden Prabowo Subianto, Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, serta Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama.

Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengatakan bahwa pihak PBNU telah melakukan koordinasi teknis terkait kehadiran Presiden sejak sehari sebelum acara, termasuk dengan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dan protokol Istana.

“Sejak kemarin sudah dilakukan koordinasi dengan berbagai perangkat yang terkait dengan kepresidenan, termasuk Paspampres dan protokol Istana, serta hal-hal teknis lain yang diperlukan,” ujar Gus Yahya di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu.

Namun, pada saat terakhir Presiden Prabowo berhalangan hadir karena adanya tugas kenegaraan lain yang harus dijalankan.

“Pada saat terakhir beliau mungkin berhalangan, karena ada tugas lain. Kami juga mendengar ada beberapa agenda negara terkait tamu-tamu negara yang hadir hari ini,” katanya.

Meski demikian, Gus Yahya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua MPR RI Ahmad Muzani yang hadir mewakili unsur pimpinan lembaga negara dalam acara tersebut.

Sementara itu, terkait ketidakhadiran Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, Gus Yahya menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima pemberitahuan sejak malam sebelumnya. Rais Aam batal hadir karena kendala kesehatan.

“Tadi malam kami mendapatkan kabar dari beliau bahwa sedianya akan berangkat, tetapi beliau mengalami kendala kesehatan sehingga berhalangan hadir,” ujar Gus Yahya.

Khutbah Rais Aam yang menjadi bagian penting dalam peringatan Harlah NU kemudian diwakilkan kepada Nasaruddin Umar, salah satu Rais Syuriyah PBNU yang juga menjabat sebagai Menteri Agama.

Adapun ketidakhadiran Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, menurut Gus Yahya, disebabkan oleh agenda lain yang telah dijadwalkan sebelumnya.

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026
TAG: