Soul

Pengguna Muslim Pro Naik Dua Kali Lipat saat Ramadhan

Jakarta (KABARIN) - Aplikasi gaya hidup muslim, Muslim Pro, mencatat lonjakan signifikan selama Ramadhan dengan jumlah unduhan dan penggunaan aktif yang meningkat hingga dua kali lipat dibanding periode biasa.

Direktur Utama dan CEO Muslim Pro Nafees Khundker mengatakan Indonesia menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap peningkatan tersebut, baik dari sisi unduhan baru maupun intensitas penggunaan aplikasi.

“Selama Ramadhan secara alami kami memiliki lebih banyak pengguna. Basis pengguna kami sebenarnya meningkat lebih dari dua kali lipat selama Ramadhan, dan ini terjadi di seluruh dunia. Apapun yang kami lihat, baik per hari maupun per bulan, angkanya bisa lebih dari dua kali lipat,” kata Nafees di Jakarta, Selasa.

Secara global, Muslim Pro kini telah mencatat lebih dari 182 juta unduhan, sementara Indonesia menyumbang sekitar 40 juta unduhan. Aplikasi tersebut menargetkan total unduhan global mencapai 200–210 juta pada tahun ini, dengan target khusus Indonesia menembus 50 juta unduhan.

Dari sisi pengguna aktif, saat ini terdapat lebih dari lima juta pengguna aktif di Indonesia dalam periode normal. Jumlah tersebut meningkat signifikan selama Ramadhan. Muslim Pro menargetkan pengguna aktif di Indonesia dapat mencapai 8–10 juta dalam dua tahun ke depan.

Nafees menyebutkan, tren pertumbuhan di Indonesia juga menunjukkan kenaikan dibanding tahun sebelumnya.

Sepanjang tahun lalu, unduhan dari Indonesia meningkat sekitar 30–32 persen atau bertambah sekitar delapan juta unduhan. Tahun ini, perusahaan menargetkan tambahan 10 juta unduhan baru dari Indonesia sepanjang tahun.

Dia menambahkan, lonjakan penggunaan aplikasi juga terlihat kuat pada pekan pertama dan pekan terakhir Ramadhan. Kenaikan tersebut juga terjadi saat Hari Raya Idul Fitri.

"Minggu pertama Ramadhan sangat kuat, dan minggu terakhir juga sama kuatnya. Kami melihat pola yang serupa saat Hari Raya," ujar dia.

Menurutnya, momentum Ramadhan lebih mendorong peningkatan penggunaan aplikasi dibanding sekadar unduhan baru. Meski demikian, selama Ramadhan tetap ada tambahan unduhan baru, diperkirakan minimal satu juta unduhan hanya dalam periode Ramadhan.

Fitur yang paling banyak digunakan pengguna adalah Al-Qur’an digital, baik di Indonesia maupun secara global. Hal tersebut tidak jauh berbeda dengan pada hari biasa.

Selain itu, fitur “Ramadhan Mode” turut mendorong peningkatan penggunaan. Fitur tersebut menyajikan lantunan ayat Al-Quran beserta terjemahan dan penjelasannya yang diputar menjelang waktu berbuka puasa dan sahur.

"Selama Ramadhan pun tidak berubah, orang paling banyak menghabiskan waktu membaca Al-Qur’an dan ini bukan hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia," ujar Nafees.

Dari sisi demografi pengguna di Indonesia, lebih dari 50 persen pengguna berusia di bawah 35 tahun, dan sekitar 35–36 persen di antaranya berusia di bawah 25 tahun.

Komposisi gender relatif seimbang, dengan 51 persen perempuan dan 49 persen laki-laki. Secara geografis, sekitar 30–35 persen pengguna berasal dari Jakarta, lebih dari 10 persen dari Surabaya, sementara sisanya tersebar di berbagai kota lain.

"Jadi sekitar 50 persen ada di Jakarta dan Surabaya, setelah itu tersebar di mana-mana," kata Nafees.

Pewarta: Farhan Arda Nugraha
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: