Bahkan, kami menilai MRT kembangan - Balaraja ini meningkatkan kualitas hidup serta bisa jadi model pengembangan transportasi berkelanjutan di kota - kota lain di Indonesia,
Tangerang (KABARIN) - Pengembangan jalur MRT Kembangan - Balaraja dinilai bakal jadi solusi kemacetan sekaligus memperkuat konektivitas wilayah barat Jakarta dan Banten sehingga peluang ekonomi baru bisa tumbuh.
"Bahkan, kami menilai MRT Kembangan - Balaraja ini meningkatkan kualitas hidup serta bisa jadi model pengembangan transportasi berkelanjutan di kota - kota lain di Indonesia," kata Presiden Direktur Paramount Land M. Nawawi di Tangerang, Kamis.
M. Nawawi menambahkan jalur MRT yang masuk Proyek Strategis Nasional (PSN) bakal terkoneksi dengan pengembangan Paramount Land seperti Paramount Gading Serpong dan Paramount Petals.
Kehadiran MRT ini diperkirakan memberi nilai tambah signifikan bagi kawasan sepanjang koridor Kembangan sampai Balaraja, terutama proyek-proyek Paramount Land di Tangerang.
Paramount Land siap bersinergi dengan pemerintah dan PT MRT Jakarta untuk merancang dan mengembangkan infrastruktur yang sejalan dengan visi pembangunan jangka panjang perusahaan. Fokus kajian mencakup aspek kelembagaan, keuangan, dan teknis, termasuk trase jalur dan elemen pendukung lainnya.
Proyek MRT Kembangan - Balaraja ini rencananya memiliki jalur sekitar 30 kilometer dengan 14 stasiun dan satu depo di Balaraja, menggunakan konstruksi elevated atau melayang.
"Kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen kami membangun kota yang terkoneksi dengan sistem transportasi massal efisien, nyaman, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong pemerataan serta pertumbuhan wilayah, khususnya di Tangerang Raya dan Banten," ujar M. Nawawi.
Sebelumnya, nota kesepahaman sudah ditandatangani PT MRT Jakarta bersama pengembang perumahan di Balai Kota DKI Jakarta, dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Banten Andra Soni, dan Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat.
Tuhiyat menegaskan kerja sama ini menunjukkan komitmen mempercepat interkoneksi MRT Jakarta dengan moda transportasi publik lain.
"Bagi MRT Jakarta, ini bentuk nyata mandat untuk membangun, mengoperasikan, dan mengembangkan sistem perkeretaapian perkotaan modern yang aman, nyaman, andal, dan berkelanjutan," katanya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menambahkan sejarah mencatat pentingnya kerja sama dengan Provinsi Banten dalam pengembangan MRT.
"Kerja sama ini akan memberikan manfaat besar bagi pemerintah, pengembang, dan MRT Jakarta, khususnya dalam pembiayaan dan perencanaan proyek. Proyek ini diharapkan memperkuat ekosistem ekonomi kawasan serta menegaskan peran Jakarta sebagai kota global," ujarnya.
Sementara Gubernur Banten Andra Soni menyatakan dukungan penuh untuk percepatan pembangunan dan pengembangan area sekitar stasiun MRT di Tangerang Raya.
"Adanya MRT Lintas Timur Barat diharapkan mendorong perpindahan dari kendaraan pribadi ke transportasi massal yang lebih efisien. Atas nama Pemerintah Provinsi Banten, kami mengucapkan terima kasih dan mendukung sepenuhnya inisiatif ini serta meyakini transportasi massal terintegrasi adalah fondasi peningkatan daya saing wilayah dan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026