Jakarta (KABARIN) - Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif melalui pendekatan hexahelix berbasis komunitas.
Dalam pendekatan itu, salah satunya dengan peluang kolaborasi bersama Generasi Muda Pembaharu Indonesia (GEMPAR), Menekraf Riefky menilai komunitas tersebut sebagai gerakan bersama yang memiliki semangat sejalan dengan agenda pembangunan nasional.
Menekraf Riefky dalam keterangan yang diterima, di Jakarta, Jumat, mengatakan kolaborasi tersebut dipandang strategis dalam mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor ekonomi kreatif.
Menurut Menekraf Riefky, ekonomi kreatif sendiri disebutnya The New Engine of Growth atau mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional yang dimulai dari daerah.
“Di antara banyak daerah yang dulunya fokus pada sumber daya alam, kini transformasinya mengarah pada potensi sumber daya manusia yang non-ekstraktif dan dapat dipercepat melalui penguatan ekosistem ekonomi kreatif,” ujar Teuku Riefky.
Riefky menambahkan bahwa ekonomi kreatif berpotensi menjadi sumber pertumbuhan baru yang mampu mengangkat perekonomian daerah.
Keterlibatan komunitas seperti GEMPAR memiliki peran strategis dalam membangun rantai nilai ekonomi kreatif, mulai dari peran asosiasi, pelaku usaha hingga pengembangan kewirausahaan.
“Sekarang ibaratnya ada istilah bahwa ekonomi kreatif ini the new mining, tambang baru. Kalau dulu kepala daerah melihat potensi tambang sumber daya alam, sekarang bagaimana memetakan potensi tambang baru dari ekonomi kreatif, seperti musik, seni pertunjukan, atau subsektor lainnya,” ujar Riefky.
GEMPAR merupakan organisasi pemuda lintas gereja Kristen-Katolik yang tersebar di berbagai daerah, yang memosisikan diri sebagai mitra kolaboratif dalam penguatan kapasitas generasi muda, peningkatan kewirausahaan, serta pengembangan sumber daya manusia ekonomi kreatif berbasis keberagaman wilayah dan komunitas.
Ketua Umum GEMPAR Yohanes HD Sirait menyampaikan, ekonomi kreatif menjadi ruang strategis bagi generasi muda untuk berkembang, serta berperan penting dalam memanfaatkan bonus demografi.
“Sektor-sektor yang sudah mapan cenderung sulit dimasuki anak muda, sementara ekonomi kreatif memberi ruang bagi semua untuk bertumbuh. Kita melihat ekonomi kreatif sebagai kunci untuk memastikan generasi muda menjadi produktif. Jika tidak disiapkan, bonus demografi justru berpotensi menjadi beban,” kata Yohanes.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026