Money

DPR Dorong Stabilitas Harga dan Ekonomi Jelang Ramadhan hingga Lebaran

Jakarta (KABARIN) - Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menegaskan pentingnya menjaga inflasi dan kekuatan belanja masyarakat sejak sebelum Ramadhan sampai Idul Fitri. Menurutnya, lonjakan konsumsi saat bulan puasa sudah jadi pola tahunan yang bisa diprediksi, sehingga pemerintah harus bergerak lebih awal.

"Setiap Ramadhan, konsumsi meningkat dan tekanan harga bisa muncul. Karena itu, negara harus hadir lebih awal, memastikan instrumen kebijakan bekerja sebelum gejolak terjadi," ujar Misbakhun di Jakarta, Senin.

Ia menilai, tanpa langkah antisipasi yang matang, kenaikan harga kebutuhan pokok bisa langsung memukul kelompok menengah ke bawah. Kenaikan harga beras, gula, dan minyak goreng, kata dia, berdampak besar pada pengeluaran rumah tangga dan bisa melemahkan daya beli masyarakat.

"Yang paling merasakan dampaknya adalah rakyat kecil. Kalau harga beras, gula, atau minyak goreng naik tidak wajar, itu langsung memukul pengeluaran rumah tangga. Maka pengendalian inflasi pangan harus menjadi perhatian serius," katanya.

Misbakhun juga mendorong sinergi antar lembaga, mulai dari Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan, hingga perbankan nasional, agar stabilitas ekonomi tetap terjaga. Ia menilai sistem deteksi dini inflasi dan peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah perlu diaktifkan sejak awal, bukan menunggu harga melonjak dulu.

"Koordinasi tidak boleh setengah-setengah. Kita ingin semua otoritas bergerak dalam satu frekuensi. Jangan menunggu harga bergejolak baru bertindak. Pendekatan kita harus preventif, bukan reaktif," katanya.

Selain soal harga, ia juga mengingatkan pentingnya kelancaran distribusi barang, pengawasan spekulasi pasar, serta stabilitas nilai tukar dan likuiditas perbankan. Semua itu, menurutnya, berpengaruh besar pada kenyamanan masyarakat menjalani ibadah dan aktivitas ekonomi selama Ramadhan.

"Stabilitas harga bukan sekadar angka statistik. Ini soal ketenangan masyarakat dalam beribadah dan menyambut hari raya. Kalau ekonomi stabil, perputaran usaha di daerah juga bergerak dan memberi dampak positif bagi pertumbuhan," tuturnya.

Ia memastikan DPR RI akan terus memantau perkembangan harga dan efektivitas kebijakan ekonomi hingga puncak Idul Fitri, agar kondisi ekonomi tetap aman dan daya beli masyarakat terjaga.

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: