Hingga Selasa (17/2) sore sejumlah wilayah masih tergenang, antara lain di Kecamatan Purwodadi, Toroh, Tegowanu, Godong, Gubug, dan Tawangharjo
Grobogan (KABARIN) - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Grobogan sejak Minggu (15/2) malam hingga Senin (16/2) dini hari mengubah suasana menjadi penuh kewaspadaan. Air perlahan naik, menggenangi rumah, jalan, hingga area persawahan. Dalam waktu singkat, ribuan warga terdampak.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Grobogan mencatat sebanyak 9.736 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir yang tersebar di 45 desa.
Bukan hanya karena hujan deras, banjir juga dipicu kiriman air dari sejumlah sungai di hulu yang meluap. Debit air Sungai Glugu, Sungai Jajar, Sungai Tuntang, hingga Sungai Lusi meningkat tajam dan tak lagi mampu ditampung.
Tanggul Jebol, Permukiman Terendam
Beberapa titik tanggul dilaporkan jebol. Di antaranya tanggul Sungai Cabean di Desa Tajemsari (Tegowanu), Sungai Jajar Baru di Mojoagung (Karangrayung), hingga Sungai Jratun di Kebonagung.
Di Kecamatan Godong, luapan Sungai Tuntang bahkan berdampak hingga Desa Tinanding. Sementara di Purwodadi, wilayah yang paling parah berada di Kelurahan Kalongan dengan 1.180 KK terdampak. Di Perumahan Permata Hijau Kalongan, tinggi air dilaporkan mencapai sekitar satu meter.
Desa Cingkrong juga tak luput dari genangan. Tercatat 2.416 KK terdampak dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 50 sentimeter.
Tak hanya rumah, lahan pertanian pun ikut menjadi korban. Sekitar 130 hektare sawah siap panen di Desa Tinanding, Kecamatan Godong, terendam air. Sawah-sawah di Tegowanu, Godong, dan Tawangharjo juga ikut tergenang.
Evakuasi dan Bantuan Terus Disalurkan
Tim gabungan dari BPBD, TNI-Polri, relawan, hingga unsur Forkopimda bergerak cepat melakukan evakuasi warga di sejumlah titik seperti Toroh, Purwodadi, dan Godong.
Distribusi bantuan logistik dan peralatan darurat juga telah disalurkan. Selain itu, warga bersama petugas melakukan kerja bakti untuk meninggikan tanggul dan membersihkan lumpur, terutama di ruas jalan Purwodadi–Semarang yang terdampak jebolnya tanggul di Desa Tinanding.
Pemerintah daerah pun turut mendampingi Gubernur Jawa Tengah meninjau langsung lokasi terdampak dan menggelar rapat koordinasi tanggap darurat.
Air Berangsur Surut, Warga Diminta Tetap Waspada
Hingga Selasa (17/2) sore, beberapa wilayah seperti Purwodadi, Toroh, Tegowanu, Godong, Gubug, dan Tawangharjo masih tergenang. Namun, sebagian besar wilayah lainnya dilaporkan mulai berangsur surut.
Pantauan elevasi di Bendung Sedadi, Bendung Klambu, serta Pos Menduran menunjukkan debit dan tinggi muka air mulai menurun. Meski begitu, warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai tetap diimbau waspada terhadap potensi banjir susulan.
Banjir kali ini menjadi pengingat bahwa curah hujan ekstrem dan kondisi tanggul yang rentan masih menjadi pekerjaan rumah bersama. Di tengah kondisi sulit, gotong royong dan solidaritas warga menjadi kekuatan utama untuk bangkit kembali.
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026