Markas PBB (KABARIN) - Sekretaris Jenderal Antonio Guterres dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan agar pihak pihak yang terlibat dalam konflik dengan Iran segera menahan diri karena situasi yang berkembang dinilai berpotensi tidak terkendali dan dapat berdampak luas terhadap masyarakat global.
Dalam keterangannya di sela Konferensi Tingkat Tinggi Uni Eropa, Guterres menegaskan bahwa pendekatan berbasis kekuatan sebaiknya digantikan dengan upaya diplomasi yang lebih konstruktif.
"Sudah saatnya supremasi hukum mengalahkan hukum kekuatan. Sudah saatnya diplomasi mengalahkan perang," kata Guterres kepada wartawan di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) para pemimpin Uni Eropa.
Ia juga meminta agar Iran mempertimbangkan kembali kebijakan terkait akses Selat Hormuz yang menjadi jalur strategis perdagangan energi global. Selain itu, Guterres mengimbau Iran untuk menghentikan aksi balasan terhadap negara negara tetangga di kawasan Teluk yang tidak terlibat langsung dalam konflik.
Menurutnya, penutupan jalur tersebut dalam waktu lama dapat memberikan dampak serius tidak hanya bagi kawasan tetapi juga bagi perekonomian dunia yang bergantung pada distribusi energi dari wilayah tersebut.
"Penutupan berkepanjangan Selat Hormuz menyebabkan penderitaan besar bagi banyak orang di seluruh dunia yang tidak ada kaitannya dengan konflik ini," kata Guterres menegaskan.
Ketegangan meningkat setelah pada akhir Februari Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran termasuk di Teheran yang menimbulkan kerusakan serta korban dari kalangan sipil. Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Situasi ini turut memengaruhi jalur pelayaran di Selat Hormuz yang selama ini menjadi rute utama pengiriman minyak dan gas dari negara negara Teluk Persia ke pasar internasional. Gangguan yang terjadi menyebabkan aktivitas ekspor dan produksi energi di kawasan ikut terhambat.
Di sisi lain, pernyataan dari Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyebut bahwa Selat Hormuz tetap menjadi bagian penting dalam strategi tekanan dalam konflik yang sedang berlangsung.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026