Foodies

Inasua, Warisan Leluhur yang Jadi Bintang di Festival Kor’a Maluku Tengah

...Inasua bukan hanya makanan melainkan identitas dan kearifan lokal masyarakat TNS

Waipia, Maluku Tengah (KABARIN) - Di sebuah lapangan yang ramai di Waipia, Maluku Tengah, ratusan warga berkumpul menikmati satu hal yang sama: makanan. Tapi ini bukan sekadar santap bersama—ini adalah perayaan budaya dalam Festival Kor'a Inasua.

Meja-meja panjang dipenuhi hidangan khas: ubi, kasoami berbentuk kerucut, telur balado, sayuran segar, hingga bintang utama yang paling dinanti—inasua.

Suasana terasa hangat, penuh tawa, dan aroma masakan yang menggoda. Inilah momen di mana makanan menjadi bahasa yang menyatukan generasi.

Di balik rasanya yang khas, inasua menyimpan cerita panjang. Hidangan ini merupakan teknik pengawetan ikan tradisional warisan leluhur masyarakat Teon, Nila, dan Serua.

Menggunakan fermentasi garam, ikan disimpan dalam wadah tertutup hingga menghasilkan tekstur lembut dan rasa yang kuat—bahkan bisa bertahan bertahun-tahun.

Dulu, inasua adalah bekal para pelaut ulung. Kini, ia menjelma menjadi simbol identitas dan kebanggaan komunitas.

Sejak relokasi masyarakat ke Pulau Seram pada akhir 1970-an, banyak hal berubah—tetapi tidak dengan inasua.

Saat pesta atau hajatan digelar, warga tetap mengantre untuk mencicipi hidangan ini. Tradisi tersebut menjadi pengingat akan akar budaya yang tak lekang oleh waktu.

Menurut Zulkarnain Awat Amir, inasua bukan sekadar makanan, tetapi juga cerminan kearifan lokal yang harus terus dijaga.


Inasua Versi Kekinian

Menariknya, festival ini juga menghadirkan inovasi. Para ibu-ibu kreatif mengolah inasua menjadi berbagai hidangan modern yang tak terduga seperti:

Perpaduan rasa tradisional dan sentuhan modern ini membuat inasua terasa lebih relevan bagi generasi muda.

Festival ini bukan hanya soal makanan. Didukung oleh Yayasan Konservasi Alam Nasional, acara ini juga membawa misi besar:

Pengunjung juga disuguhi tarian tradisional, produk wastra, hingga pertunjukan musik khas Ambon yang menutup hari dengan meriah.

Festival Kor’a Inasua membuktikan satu hal: budaya tidak harus diam di masa lalu.

Ia bisa berkembang, beradaptasi, dan tetap relevan—selama ada yang menjaga dan merayakannya.

Dan di Maluku Tengah, semuanya dimulai dari satu rasa: inasua.

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Suryanto
Copyright © KABARIN 2026
TAG: