Obat penunda haid itu bisa diminum asal sesuai dengan dosisnya atau cara penggunaannya yang benar
Makkah (KABARIN) - Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Makkah, Mohammad Risky, mengingatkan jamaah calon haji perempuan agar disiplin mengikuti dosis serta aturan penggunaan obat penunda haid untuk mencegah risiko gangguan kesehatan.
"Obat penunda haid itu bisa diminum asal sesuai dengan dosisnya atau cara penggunaannya yang benar," ujar Risky di Makkah, Arab Saudi, Kamis.
Penggunaan obat untuk menunda siklus menstruasi memang kerap dilakukan oleh jamaah perempuan agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji tanpa hambatan. Namun demikian, Risky menegaskan bahwa penggunaan yang tidak sesuai anjuran medis dapat menimbulkan komplikasi.
Ia mengungkapkan bahwa di lapangan masih ditemukan kasus jamaah yang mengalami gangguan kesehatan akibat konsumsi obat yang tidak tepat.
Sebagai langkah antisipasi, KKHI telah menyiapkan mekanisme penanganan berjenjang bagi jamaah yang mengalami keluhan. Tahap awal dilakukan melalui konsultasi dengan dokter kloter maupun dokter sektor agar kondisi segera ditangani.
Jika keluhan belum membaik, jamaah dapat memperoleh penanganan lebih lanjut di fasilitas KKHI. Sementara itu, apabila terjadi komplikasi serius yang membutuhkan tindakan cepat, pasien akan dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi untuk mendapatkan perawatan intensif.
Pihak KKHI juga mengimbau jamaah agar aktif berkomunikasi dengan tenaga kesehatan selama menjalankan ibadah, sehingga kondisi kesehatan tetap terjaga dan pelaksanaan haji dapat berlangsung aman serta lancar.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026