Soul

Kemenhaj Usulkan Penambahan Personel Polri di Arab Saudi

Tadi kami bersepakat, kami akan meminta tambahan personel keterlibatan Polri secara teknis di Saudi Arabia untuk bicara lebih banyak dengan Kepolisian Saudi Arabia terkait dengan pengaturan dan tata kelola haji di sana

Jakarta (KABARIN) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mendorong peningkatan keterlibatan teknis Kepolisian Republik Indonesia di Arab Saudi, termasuk melalui penambahan personel guna memperkuat koordinasi dengan aparat setempat.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan langkah tersebut ditujukan untuk memperbaiki tata kelola penyelenggaraan ibadah haji sekaligus menjamin perlindungan jamaah Indonesia.

“Tadi kami bersepakat, kami akan meminta tambahan personel keterlibatan Polri secara teknis di Saudi Arabia untuk bicara lebih banyak dengan Kepolisian Saudi Arabia terkait dengan pengaturan dan tata kelola haji di sana,” kata Dahnil saat bertemu Wakapolri Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis.

Ia menambahkan, pemerintah juga terus memperkuat upaya pencegahan praktik haji ilegal melalui koordinasi lintas lembaga, termasuk pembentukan Satgas Haji yang melibatkan Polri dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Selain itu, Dahnil menyebut pertemuan tersebut turut membahas peran kepolisian dalam menangani tindak pidana yang melibatkan warga negara Indonesia (WNI) di Arab Saudi. Menurut dia, sejumlah kasus seperti penipuan dan praktik haji ilegal yang ditangani aparat Saudi memerlukan pendampingan dari pihak Indonesia.

Sebagai contoh, ia mengungkapkan adanya tiga WNI yang ditangkap aparat kepolisian Arab Saudi karena diduga memproduksi dan menyebarkan dokumen palsu terkait penyelenggaraan haji.

“Mereka melakukan tindak pidana tersebut, kemudian ditangkap oleh pihak Kepolisian Arab Saudi dan tentu itu membutuhkan pendampingan dari Kepolisian kita di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengendalian Haji dan Umrah Kemenhaj Harun Arrasyid menyampaikan bahwa WNI yang ditangkap tersebut diduga merupakan tenaga pendukung petugas haji.

Ia menambahkan pihaknya masih mendalami kasus tersebut sebagai bahan evaluasi untuk mencegah praktik serupa di masa mendatang.

“Ini kan bukan dari sini, dari mukimin yang di sana. Ini yang kita kemudian dalami, karena di sana sedang diperiksa secara tertutup. Harus ditelusuri, terus diperketat, cara rekrutmennya seperti apa,” kata dia.

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: