Situasi ini jangan sampai pengaruhnya itu nantinya akan membuat Indonesia jadi terpuruk
Jakarta (KABARIN) - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah dan para pemangku kebijakan untuk mengantisipasi pelemahan nilai tukar rupiah yang kini telah menyentuh level Rp17.503 per dolar Amerika Serikat (AS).
Menurut Puan, pelemahan rupiah tersebut perlu diwaspadai tidak hanya untuk kondisi saat ini, tetapi juga dalam proyeksi hingga tahun 2027. Ia menilai pemerintah perlu mencermati dinamika global yang ikut memengaruhi nilai tukar rupiah.
"Situasi ini jangan sampai pengaruhnya itu nantinya akan membuat Indonesia jadi terpuruk," kata Puan usai memimpin rapat paripurna di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa.
Ia mengatakan DPR RI pada masa sidang kali ini akan mulai membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2027.
"Itu juga termasuk dalam mengantisipasi APBN dan fiskal yang akan datang," ujarnya.
Puan menilai tekanan terhadap kurs rupiah bukan hanya dialami Indonesia, melainkan juga dipengaruhi situasi global. Karena itu, ia meminta pemerintah bersama Bank Indonesia mengambil langkah antisipatif.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah pada Selasa siang pukul 11.47 WIB tercatat melemah 89 poin atau 0,51 persen menjadi Rp17.503 per dolar AS dibandingkan posisi penutupan sebelumnya di level Rp17.414 per dolar AS.
Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi kondisi geopolitik, khususnya ketegangan di Selat Hormuz yang masih berlangsung.
“Ketegangan di Selat Hormuz ini masih terus memanas walaupun dianggap bahwa perang ini sudah usai kata Trump (Presiden AS Donald Trump),” katanya dalam rekaman suara di Jakarta, Selasa.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026