Itu masalah sentimen yang agak pendek. Jadi saya akan fokus jaga fondasi ekonomi dengan memastikan perkembangan ekonomi tidak terganggu
Jakarta (KABARIN) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah saat ini lebih fokus menjaga fondasi ekonomi nasional agar pertumbuhan tetap stabil di tengah pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada perdagangan Senin.
Menurut Purbaya, kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih cukup kuat dan penurunan pasar saham lebih dipengaruhi sentimen jangka pendek.
"Nggak apa-apa nanti kita perbaiki. Fondasi ekonominya kan bagus. Itu masalah sentimen yang agak pendek. Jadi saya akan fokus jaga fondasi ekonomi dengan memastikan perkembangan ekonomi tidak terganggu," ujar Purbaya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin.
Ia mengatakan pemerintah melalui bank-bank Himbara sudah mulai masuk ke pasar obligasi untuk membantu menjaga stabilitas pasar keuangan agar tidak makin bergejolak.
Menurut dia, langkah intervensi tersebut dilakukan secara bertahap dengan skala yang lebih besar mulai hari ini.
"Mulai hari ini akan kita masuk dengan lebih signifikan lagi sehingga pasar obligasinya terkendali, sehingga asing yang pegang obligasi nggak keluar karena takut misalnya ada capital loss gara-gara harga obligasi turun. Itu sekarang kan bisa membantu pergerakan rupiah sedikit," kata Purbaya.
Sementara itu, IHSG Bursa Efek Indonesia atau BEI dibuka melemah 94,34 poin atau 1,40 persen ke level 6.628,98.
Adapun indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan juga turun 9,37 poin atau 1,42 persen ke posisi 648,51.
Pelemahan pasar disebut dipicu kekhawatiran investor terhadap kondisi global, terutama potensi era suku bunga tinggi akibat meningkatnya ketidakpastian konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong kenaikan harga minyak dunia.
Bahkan pada penutupan sesi pertama perdagangan Senin siang, IHSG sempat anjlok hingga 320,76 poin atau 4,77 persen ke level 6.402,56.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026