News

AS dan Iran Tukeran Proposal demi Hindari Konflik Lebih Lanjut

Istanbuk (KABARIN) - Amerika Serikat dan Iran dilaporkan saling bertukar proposal dan tawaran baru dalam beberapa hari terakhir demi mencegah konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Menurut laporan The Washington Post yang mengutip sejumlah pejabat pada Senin (18/5), pemerintahan Presiden Donald Trump masih belum puas dengan proposal awal Iran terkait pembatasan program nuklirnya.

Trump disebut ingin kesepakatan yang lebih ketat, khususnya soal larangan pengayaan uranium oleh Iran.

Dalam pembicaraan sebelumnya, AS meminta Iran menghentikan pengayaan uranium selama 25 tahun. Namun proposal itu ditolak oleh Teheran. Setelah itu, AS kembali mengajukan usulan baru dengan masa larangan selama 20 tahun, tetapi Iran juga tetap menolaknya.

Di sisi lain, AS mulai memberi sinyal kemungkinan melonggarkan sanksi terhadap ekspor minyak Iran jika Teheran bersedia menghentikan dukungannya terhadap kelompok-kelompok proksi di kawasan Timur Tengah.

Sementara itu, proposal terbaru dari Iran disebut membuka peluang untuk memindahkan sebagian stok uranium yang sudah diperkaya ke luar negeri. Namun, semua poin tersebut masih belum final dan masih bergantung pada kesepakatan yang lebih besar.

Situasi ini terjadi di tengah ketegangan yang belum benar-benar reda antara kedua negara. Pada Senin (18/5), Trump juga memutuskan menunda rencana serangan baru terhadap Iran setelah mendapat masukan dari sejumlah negara Arab bahwa peluang tercapainya kesepakatan damai masih terbuka lebar.

Trump menyebut para pemimpin Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, dan beberapa negara lain meminta dirinya menunda serangan karena mereka yakin kesepakatan sudah sangat dekat.

Laporan Axios juga menyebut Trump sempat berbicara lewat telepon dengan para pemimpin negara-negara tersebut dalam 24 jam sebelum pengumuman penundaan serangan dilakukan.

Negara-negara Arab itu disebut khawatir fasilitas minyak dan energi mereka bisa menjadi sasaran balasan Iran jika konflik semakin meluas.

Ketegangan di kawasan sendiri meningkat sejak AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari lalu. Serangan itu memicu aksi balasan dari Teheran dan sempat mengganggu aktivitas di Selat Hormuz, jalur penting perdagangan minyak dunia.

Meski gencatan senjata mulai berlaku sejak 8 April, pembicaraan lanjutan di Islamabad belum berhasil menghasilkan kesepakatan permanen. Namun, gencatan senjata tersebut sejauh ini masih diperpanjang tanpa batas waktu yang jelas.

Penerjemah: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: