Beijing (KABARIN) - Perusahaan nuklir milik negara Rusia, Rosatom, bakal menandatangani tiga nota kesepahaman atau MoU baru dengan China saat kunjungan Presiden Rusia Vladimir Putin ke China pada Selasa dan Rabu (20/5).
Salah satu kerja sama yang paling mencuri perhatian adalah riset energi termonuklir, teknologi yang selama ini dianggap sebagai “masa depan energi dunia” karena punya potensi menghasilkan energi super besar dengan emisi rendah.
CEO Rosatom, Alexey Likhachev, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan tiga memorandum untuk ditandatangani dalam kunjungan Putin tersebut.
"Tiga memorandum telah disiapkan untuk penandatanganan kunjungan Vladimir Vladimirovich Putin," kata LIkhachev kepada wartawan.
Selain soal teknologi nuklir, Rosatom juga bakal menjalin kerja sama terkait pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor energi nuklir. Rusia mengaku siap berbagi pengalaman dan teknologi yang mereka miliki.
"Kami menandatangani perjanjian dengan Departemen Sains dan Teknologi tentang pekerjaan di bidang energi termonuklir dan penelitian termonuklir," ujar Likhachev.
Kunjungan Putin ke China kali ini juga membawa delegasi besar dari Rusia. Menurut asisten presiden Rusia, Yury Ushakov, rombongan tersebut terdiri dari lima wakil perdana menteri, delapan menteri, kepala bank sentral, pimpinan perusahaan negara, sampai kepala daerah.
Langkah ini makin menunjukkan kalau hubungan Rusia dan China sekarang bukan cuma soal politik, tapi juga sudah masuk jauh ke sektor teknologi strategis dan energi masa depan.
Likhachev juga mengungkapkan kalau China semakin tertarik bekerja sama dalam pengembangan Jalur Laut Utara, rute pelayaran strategis yang selama ini jadi salah satu proyek penting Rusia di kawasan Arktik.
Kerja sama besar-besaran ini muncul di tengah situasi geopolitik global yang makin panas, ketika Rusia dan China terlihat semakin kompak dalam banyak isu internasional.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026