Jakarta (KABARIN) - Kabar terbaru datang dari Alfa Romeo, yang akhirnya memutuskan untuk kembali mencoba menghadirkan model-model yang lebih tradisional dengan jarak bodi rendah ke permukaan jalan alias sebuah hatchback sebagai salah satu rencana perusahaan hingga 2030.
Stellantis sebagai induk perusahaan mengkonfirmasi melalui rilis pers di website resminya, Senin (25/5), yang diakses Jumat bahwa hatchback itu akan menggunakan platform multi-energi STLA ONE, serta menghadirkan teknologi canggih dan efisiensi di semua sistem penggerak.
Laman Autoevolution, Selasa (26/5) melaporkan STLA One adalah arsitektur generasi baru yang sangat fleksibel, dan disebut mampu mendukung kendaraan subkompak, compact, hingga ukuran menengah, atau segmen B, C, dan D bagi mereka yang berada di sisi timur Samudra Atlantik.
Platform ini diperkirakan mulai digunakan pada tahun depan (2027), dan akan menjadi bagian penting dari portofolio masa depan Alfa Romeo.
Namun, platform ini jelas tidak akan eksklusif untuk merek tersebut, karena perusahaan lain di bawah Stellantis juga akan menggunakannya.
Platform STLA One tidak hanya fleksibel dalam hal ukuran kendaraan, tetapi juga dalam pilihan sistem penggerak. Platform ini dapat digunakan untuk mobil dengan berbagai konfigurasi, mulai dari mesin pembakaran internal konvensional hingga sistem elektrifikasi dan tenaga listrik penuh.
Karena itu, hatchback generasi baru ini kemungkinan akan hadir dengan beberapa pilihan powertrain, meskipun detailnya masih dirahasiakan. Hal yang sama juga berlaku untuk desain, teknologi, dan aspek lainnya.
Seperti yang mungkin masih diingat, hatchback kompak terakhir Alfa Romeo bernama Giulietta. Mobil ini diproduksi antara tahun 2010 hingga 2020 di pabrik Piedimonte San Germano di Lazio, Italia, dan diperkirakan hampir 500.000 unit berhasil diproduksi secara total.
Giulietta dibangun menggunakan arsitektur Fiat Compact, sehingga berbagi beberapa komponen dengan Dodge Dart yang menggunakan platform Compact Wide. Chrysler 200 yang kini sudah dihentikan produksinya, serta Pacifica dan Voyager generasi saat ini menggunakan varian Compact Wide LWB.
Sementara itu, Jeep Cherokee lama dan Grand Commander dibangun di atas platform Compact Wide LWB 4x4.
Alfa Romeo Giulietta hadir dengan beberapa pilihan mesin bensin dan dua mesin diesel. Formula serupa juga digunakan pada pendahulunya, Alfa Romeo 147, yang diproduksi di fasilitas Pomigliano d’Arco antara tahun 2000 hingga 2010. Model ini juga pernah ditawarkan dengan mesin V6 pada versi GTA, yaitu hot hatch dengan tenaga 250 hp metrik.
Menarik untuk melihat apakah Alfa Romeo akan kembali menghadirkan hot hatch di masa depan, meskipun jika itu terjadi, model tersebut dipastikan tidak akan menggunakan mesin V6.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026