Money

IHSG Melemah ke 6.220 Jelang Pengumuman MSCI dan Sikap “Wait and See” Suku Bunga

IHSG bergerak mixed (variatif) di tengah menantikan sejumlah agenda penting

Jakarta (KABARIN) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu sore ditutup melemah di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang menanti arah kebijakan suku bunga domestik maupun global serta pengumuman dari MSCI.

IHSG turun 34,23 poin atau 0,55 persen ke level 6.220,74. Sementara itu, indeks LQ45 justru menguat tipis 0,55 poin atau 0,09 persen ke posisi 625,23.

“IHSG bergerak mixed (variatif) di tengah menantikan sejumlah agenda penting,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim di Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, investor bersikap wait and see menjelang sejumlah agenda penting, seperti keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) The Fed pada Kamis (18/6) serta Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada hari yang sama.

Selain itu, pasar juga menantikan MSCI Global Market Accessibility Review pada Jumat (19/6), rebalancing indeks FTSE, serta MSCI Annual Market Classification Review pada 24 Juni.

Berdasarkan konsensus, The Fed diperkirakan menahan suku bunga di kisaran 3,5–3,75 persen, sementara Bank Indonesia diproyeksikan menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen.

Rupiah sendiri pada perdagangan hari yang sama ditutup melemah 0,21 persen ke level Rp17.762 per dolar AS, seiring penantian pasar terhadap keputusan bank sentral.

Sepanjang perdagangan, IHSG sempat bergerak variatif. Indeks dibuka menguat dan bertahan di zona hijau pada sesi pertama, namun berbalik melemah pada sesi kedua hingga penutupan.

Dari sisi sektoral, dua sektor tercatat menguat, yakni sektor barang konsumen primer yang naik 0,58 persen dan sektor infrastruktur yang menguat 0,32 persen.

Sebaliknya, sembilan sektor mengalami pelemahan, dengan penurunan terdalam terjadi pada sektor industri sebesar 2,51 persen, diikuti sektor transportasi & logistik serta energi yang masing-masing turun sekitar 2 persen.

Saham yang mencatat kenaikan tertinggi antara lain BCIC, DEFI, ESIP, RONY, dan KONY. Sementara saham yang mengalami penurunan terbesar yaitu GHON, BINA, NZIA, BREN, dan POLU.

Total transaksi tercatat sebanyak 2,31 juta kali dengan volume 31,47 miliar lembar saham dan nilai transaksi mencapai Rp24,67 triliun. Tercatat 306 saham menguat, 409 melemah, dan 244 stagnan.

Di pasar regional Asia, indeks Nikkei menguat 0,83 persen, Shanghai naik 0,40 persen, Hang Seng melemah 0,74 persen, dan Straits Times menguat 1,16 persen.

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: