Koreksi tajam saham teknologi global menjadi sentimen negatif
Jakarta (KABARIN) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Selasa sore, tertekan aksi jual pada saham-saham sektor teknologi di pasar global.
IHSG turun 15,36 poin atau 0,25 persen ke level 6.101,33. Sementara itu, indeks LQ45 juga melemah 0,77 poin atau 0,13 persen ke posisi 598,43.
“Koreksi tajam saham teknologi global menjadi sentimen negatif,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim di Jakarta, Selasa.
Menurut Ratna, tekanan datang dari pelemahan bursa saham Asia dan global akibat aksi jual di sektor teknologi. Ia menyoroti indeks Kospi Korea Selatan yang terkoreksi sekitar 10 persen setelah sebelumnya menguat cukup panjang.
Dari sisi global, investor juga masih mencermati perkembangan pasar saham Asia yang cenderung melemah, dipicu tekanan di sektor teknologi yang menjadi penggerak utama dalam beberapa bulan terakhir.
Sementara itu, dari dalam negeri, pelaku pasar menunggu pengumuman klasifikasi pasar oleh MSCI yang dijadwalkan pada Rabu (24/6) dini hari waktu Indonesia. Hasil tersebut akan menentukan apakah Indonesia tetap berada di kategori emerging market atau berpotensi turun ke frontier market.
Investor juga menantikan hasil tinjauan S&P Global Ratings yang akan dirilis pada akhir Juni 2026, yang berkaitan dengan peringkat utang pemerintah Indonesia.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di zona merah sejak sesi pertama hingga penutupan. Dari sisi sektoral, empat sektor tercatat menguat, dipimpin sektor kesehatan yang naik 3,84 persen, diikuti sektor properti dan bahan baku.
Sebaliknya, enam sektor melemah dengan sektor keuangan mencatat penurunan terdalam sebesar 1,55 persen, disusul sektor teknologi dan energi.
Saham yang mencatat kenaikan terbesar antara lain LEAD, BALI, PTPW, ENAK, dan LAJU. Sementara saham dengan penurunan terdalam meliputi ARKO, KIOS, CEKA, ZONE, dan FLMC.
Total frekuensi perdagangan tercatat 1,756 juta kali dengan volume 40,10 miliar saham dan nilai transaksi mencapai Rp32,97 triliun. Tercatat 294 saham menguat, 398 melemah, dan 267 stagnan.
Di bursa Asia, indeks Nikkei Jepang turun 3,46 persen, Shanghai melemah 1,37 persen, Hang Seng turun 1,82 persen, sementara Straits Times Singapura tipis menguat 0,03 persen.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026