Money

Airlangga: Status Emerging Market MSCI Bukti Aksesibilitas Pasar RI Tetap Kuat

Pasar modal Indonesia masih memenuhi karakteristik utama sebagai pasar negara berkembang dan tetap menjadi bagian dari kelompok negara tujuan investasi global.

Jakarta (KABARIN) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai keputusan MSCI mempertahankan Indonesia dalam kategori Emerging Market menunjukkan aksesibilitas pasar modal nasional tetap terjaga dan menarik bagi investor global.

“Keputusan tersebut menegaskan bahwa pasar modal Indonesia masih memenuhi karakteristik utama sebagai pasar negara berkembang dan tetap menjadi bagian dari kelompok negara tujuan investasi global,” kata Airlangga dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Lembaga penyedia indeks global MSCI Inc. dalam hasil MSCI 2026 Market Classification Review yang diumumkan pada 23 Juni 2026 waktu setempat memutuskan tidak mengubah klasifikasi Indonesia maupun membuka konsultasi terkait potensi penurunan status dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

Meski demikian, Airlangga mengatakan pemerintah tetap memperhatikan sejumlah masukan dari MSCI untuk meningkatkan kualitas tata kelola pasar modal Indonesia.

MSCI menyoroti pentingnya peningkatan transparansi struktur kepemilikan saham dan penguatan integritas mekanisme pembentukan harga di pasar.

Menurut MSCI, investor institusi global masih memiliki perhatian terhadap keterbukaan informasi kepemilikan saham serta indikasi perdagangan terkoordinasi (coordinated trading) yang berpotensi memengaruhi penilaian free float dan reliabilitas harga pasar sebagai acuan investasi.

Di sisi lain, MSCI memberikan apresiasi atas berbagai reformasi yang telah dijalankan pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Sejumlah langkah reformasi tersebut meliputi peningkatan keterbukaan identitas pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen, penyempurnaan klasifikasi investor, penerapan kerangka High Shareholding Concentration (HSC), hingga roadmap peningkatan minimum free float secara bertahap menjadi 15 persen.

Pemerintah bersama OJK, BEI, KSEI, dan Bank Indonesia berkomitmen mempercepat berbagai agenda reformasi sebelum evaluasi MSCI berikutnya pada siklus MSCI Index Review November 2026.

Upaya tersebut mencakup penguatan pengawasan pasar, peningkatan transparansi kepemilikan saham, perbaikan tata kelola emiten, penguatan integritas perdagangan, serta penegakan hukum yang lebih efektif.

Airlangga menambahkan pemerintah juga akan terus menjalin komunikasi aktif dengan MSCI dan investor global untuk memastikan perkembangan reformasi pasar modal Indonesia dapat tercermin dalam penilaian aksesibilitas pasar.

Selain itu, pemerintah akan melanjutkan pendalaman pasar keuangan guna meningkatkan likuiditas, memperluas basis investor domestik, memperkuat kualitas pembentukan harga, dan meningkatkan efisiensi pasar.

“Indonesia yang tetap berstatus Emerging Market menunjukkan fundamental ekonomi nasional dan aksesibilitas pasar Indonesia tetap kuat. Pemerintah menghargai masukan MSCI sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas pasar modal. Fokus kami adalah memastikan setiap agenda reformasi tidak berhenti pada tataran kebijakan, tetapi benar-benar diimplementasikan secara konsisten sehingga memberi dampak nyata terhadap transparansi, integritas pasar, dan kepercayaan investor,” ujar Airlangga.

Menurutnya, konsistensi reformasi yang ditopang fundamental ekonomi yang solid serta stabilitas makroekonomi yang terjaga akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu tujuan investasi utama di kawasan sekaligus mempertahankan statusnya sebagai Emerging Market.

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: