Amerika Serikat berencana tambah "travel ban" ke lebih dari 30 negara

waktu baca 2 menit

Istanbul (KABARIN) - Pemerintah Amerika Serikat disebut tengah mempertimbangkan perluasan daftar negara yang akan dikenai larangan masuk atau travel ban. Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, mengatakan bahwa jumlah negara yang masuk daftar bisa lebih dari 30.

"Saya tidak bisa menyebutkan jumlah pastinya, tetapi lebih dari 30, dan Presiden Donald Trump terus mengevaluasi negara-negara tersebut," kata Noem dalam wawancara dengan Fox News, Kamis.

Noem mempertanyakan kenapa AS harus membuka pintu masuk bagi orang-orang dari negara yang menurutnya tidak punya pemerintahan stabil, tidak mampu menopang diri, atau tidak bisa membantu proses pemeriksaan latar belakang bagi warganya yang ingin masuk ke AS.

Sebelumnya, pada Senin, Noem mengatakan bahwa ia telah merekomendasikan “larangan perjalanan penuh terhadap setiap negara yang, menurutnya, telah membuat AS dibanjiri pelaku kekerasan, pemanfaat sistem, dan pencari tunjangan.”

Debat soal kebijakan ini makin panas setelah Trump pada 28 November mengancam akan menghentikan migrasi secara permanen dari apa yang ia sebut sebagai “negara dunia ketiga.”

Pernyataan itu muncul setelah insiden penembakan pada 26 November di dekat Gedung Putih yang menewaskan satu anggota Garda Nasional dan melukai satu lainnya. Pelaku adalah warga Afghanistan berusia 29 tahun yang mendapat suaka pada April 2024. Ia masuk ke AS pada 2021 setelah penarikan pasukan AS dari Afghanistan.

Laporan menyebut pelaku sempat bekerja dengan beberapa lembaga pemerintah AS, termasuk CIA.

Insiden tersebut membuat pemerintah menghentikan sementara penerbitan visa baru dan keputusan suaka untuk warga Afghanistan. Situasi ini juga kembali menyoroti perintah eksekutif pada Juni yang sebelumnya telah membatasi akses masuk dari 19 negara karena lemahnya proses pemeriksaan, pelanggaran izin tinggal, dan penolakan deportasi.

Dengan suasana politik yang memanas dan pengawasan terhadap imigrasi yang makin ketat, kebijakan travel ban ini tampaknya akan menjadi isu besar dalam beberapa waktu ke depan.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Dua anggota Garda Nasional Amerika kritis usai ditembak dekat Gedung Putih

Baca juga: Sabrina Carpenter gak terima lagunya dipakai dalam video Bea Cukai AS

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka