Moskow (KABARIN) - Pemerintah Australia, Rabu (7/1), mengeluarkan peringatan keras kepada warganya yang berada di Iran untuk segera cabut dari sana. Otoritas setempat meminta warga Australia segera meninggalkan Iran dan menahan diri untuk tidak pergi ke negara tersebut, menyusul gelombang protes besar yang masih terus berlangsung.
Melalui portal resmi Smartraveller milik Kementerian Luar Negeri Australia, pemerintah menegaskan situasi di Iran dinilai tidak aman dan bisa memburuk sewaktu-waktu.
“Jika berada di Iran, sebaiknya segera keluar. Protes keras terjadi di seluruh negeri dan bisa meningkat tanpa pemberitahuan,” bunyi pernyataan di portal Smartraveller Kementerian Luar Negeri Australia.
Selain itu, Australia juga mengimbau warganya untuk menunda semua rencana perjalanan ke Iran dalam waktu dekat. Warga diminta menjauhi kerumunan, demonstrasi, maupun aksi protes, serta selalu mematuhi arahan dari otoritas setempat.
Situasi makin rumit setelah Kedutaan Besar Australia di Teheran menghentikan operasionalnya. Akibatnya, kemampuan pemerintah Australia untuk memberikan bantuan konsuler kepada warganya di Iran menjadi sangat terbatas.
Dalam pernyataan tersebut, pemerintah Australia menegaskan bahwa warga yang tetap memilih tinggal di Iran meski sudah mendapat peringatan harus bertanggung jawab penuh atas keselamatan diri mereka sendiri.
Gelombang protes di Iran sendiri mulai pecah sejak akhir Desember lalu. Pemicu utamanya adalah pelemahan tajam mata uang nasional, rial, yang membuat harga barang melonjak dan menekan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Iran saat ini tengah menghadapi tekanan ekonomi berat. Bank Sentral Iran mencatat tingkat inflasi tahunan mencapai 38,9 persen, yang berdampak langsung pada daya beli warga.
Kondisi makin diperparah oleh anjloknya nilai tukar mata uang. Kurs dolar AS di pasar tidak resmi, yang sebelumnya berada di kisaran 50.000 rial sebelum Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan nuklir pada Mei 2018, kini melonjak tajam hingga sekitar 1,4 juta rial di pasar terbuka.
Dengan situasi politik dan ekonomi yang belum stabil, Australia menilai risiko keamanan di Iran masih sangat tinggi dan meminta warganya untuk tidak mengambil risiko yang tidak perlu.
Sumber: SPU