Rekomendasi Pangan Lokal Kaya Protein dan Kalsium Selain Susu

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Ahli gizi dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta, Mita Arini, S.Gz, menyampaikan beberapa pangan lokal kaya protein dan kalsium selain susu sapi yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak.

"Sumber pangan lokal Indonesia sangat kaya untuk memenuhi kebutuhan protein dan kalsium anak tanpa harus bergantung pada susu sapi," kata Mita kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Dia menyampaikan bahwa pangan lokal seperti tempe, tahu, telur ayam, daging ayam, kacang-kacangan, serta ikan seperti kembung, lele, dan teri bisa menjadi pilihan sumber protein.

Bahan-bahan pangan itu juga mengandung kalsium, vitamin, dan zat gizi mikro lain.

Mita menambahkan, sayuran hijau seperti daun katuk, bayam, dan brokoli juga bisa menjadi pilihan sumber kalsium bagi anak.

​​​​​​​Sebagai pengganti susu, menurut dia, sari kedelai yang kandungan gizinya sudah diperkaya bisa menjadi salah satu alternatif.

Kandungan protein setiap 100 ml susu sapi segar sekitar 3,2 gram dan sari kedelai sekitar 3,5 gram. Susu almond kandungan proteinnya hanya 0,6 gram, jadi tidak bisa dijadikan sebagai sumber protein utama.

"Perlu diingat bahwa protein yang berasal dari sumber hewani memiliki asam amino yang lebih lengkap dibandingkan protein nabati, sehingga sangat baik untuk menunjang pertumbuhan anak," kata Mita.

Mita juga mengemukakan perlunya mewaspadai kemungkinan alergi anak dalam memilih sumber protein dan kalsium pengganti susu sapi.

Indikasi reaksi alergi bisa berupa ruam merah, gatal, atau biduran pada kulit; muntah; diare; perut kembung; serta batuk atau sesak napas setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung alergen.

"Pada beberapa anak juga bisa terjadi pembengkakan di bibir atau kelopak mata serta rewel berlebihan," kata Mita.

Mita menekankan pentingnya penerapan pola makan bergizi seimbang sesuai pedoman Isi Piringku dari Kementerian Kesehatan dalam upaya pemenuhan kebutuhan gizi harian.

Pedoman Isi Piringku mencakup penyediaan makanan pokok sumber karbohidrat, lauk-pauk sumber protein, sayuran sumber vitamin dan mineral, serta buah-buahan sumber vitamin dan mineral.

"Dengan kombinasi pangan lokal ini, kebutuhan gizi anak tetap dapat terpenuhi secara optimal," kata Mita.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka