Jakarta (KABARIN) - Pekerja lapangan diminta lebih waspada menjaga kondisi tubuh saat harus tetap beraktivitas di tengah hujan deras dan banjir. Situasi ini bisa meningkatkan risiko terserang penyakit infeksi yang dampaknya tidak bisa dianggap sepele.
Dosen Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas YARSI dr. Wan Nedra Komaruddin Sp.A mengatakan pekerja seperti wartawan, kurir, hingga petugas teknis termasuk kelompok yang cukup rentan. Pasalnya, mereka kerap bersentuhan langsung dengan air hujan dan banjir yang sudah tercemar.
“Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan,” kata Wan Nedra saat dihubungi di Jakarta, Kamis.
Ia menjelaskan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai adalah leptospirosis. Penyakit ini berasal dari bakteri yang terdapat pada urine tikus atau hewan lain dan mencemari air banjir. Bakteri bisa masuk ke tubuh melalui luka kecil di kulit dan memicu demam tinggi, nyeri otot, bahkan gangguan ginjal serta hati jika tidak segera ditangani.
Selain leptospirosis, paparan air kotor dalam waktu lama juga dapat memicu berbagai masalah kulit seperti gatal, bisul, hingga infeksi jamur. Risiko gangguan pencernaan seperti diare dan tifus pun ikut meningkat akibat bakteri dan virus yang masuk ke tubuh.
Kondisi tubuh yang terus-menerus lembap dan kedinginan, lanjut Wan Nedra, juga bisa menurunkan daya tahan tubuh dan memicu gangguan pernapasan. Penyakit seperti flu, bronkitis, hingga pneumonia lebih mudah menyerang jika tubuh tidak dijaga dengan baik.
Ia menekankan pentingnya membersihkan diri secepat mungkin setelah terpapar air banjir. “Segera mandi dengan air bersih dan sabun, terutama di bagian tubuh yang kontak langsung dengan air banjir. Luka sekecil apapun harus dibersihkan dan diberi antiseptik,” ujarnya.
Pekerja juga disarankan segera mengganti pakaian dan alas kaki yang basah. Perlengkapan kerja seperti sepatu bot dan sarung tangan perlu dibersihkan agar tidak menjadi sumber kuman.
Wan Nedra mengingatkan agar pekerja tidak menunda pemeriksaan ke fasilitas kesehatan jika muncul keluhan. Gejala seperti demam, nyeri otot, diare, atau luka yang bernanah sebaiknya segera ditangani tenaga medis.
Untuk langkah pencegahan, ia menyarankan penggunaan alat pelindung diri seperti sepatu bot anti air, sarung tangan, dan jas hujan. Membawa perlengkapan pribadi seperti sabun antiseptik dan kaus kaki cadangan juga dinilai penting.
Selain itu, asupan vitamin C, vitamin B kompleks, zinc, dan multivitamin bisa membantu menjaga daya tahan tubuh. Pekerja lapangan juga disarankan membawa obat-obatan dasar, mulai dari antiseptik luka, obat antijamur, obat diare, hingga oralit, serta memastikan vaksin tetanus masih aktif.
“Persiapan yang baik dan kebiasaan hidup bersih sangat penting agar pekerja lapangan tetap sehat, aman, dan produktif meski harus bekerja di kondisi cuaca ekstrem,” kata Ketua PDNU Jakarta Raya tersebut.
Sumber: ANTARA