Perut Nyeri Setelah Makan? Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Penyakit Ini

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Rasa sakit di perut yang muncul setelah makan, apalagi terjadi berulang dan disertai mual, tidak selalu soal masuk angin atau salah makan. Kondisi ini bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan yang lebih serius dan perlu diperiksa secara medis.

Mengutip laporan Hindustan Times pada Kamis (12/1), dokter anestesi dan spesialis penanganan nyeri Kunal Sood menjelaskan bahwa nyeri perut yang terasa tajam dan menusuk setelah makan bisa berkaitan dengan batu empedu.

"Batu empedu adalah gumpalan padat yang terbentuk di dalam kantung empedu ketika empedu menjadi terlalu pekat, biasanya dengan kolesterol atau pigmen," katanya.

Ia menerangkan bahwa batu empedu dapat memicu rasa sakit luar biasa ketika menyumbat saluran empedu.

"Penyumbatan tersebut menyebabkan kolik bilier, yaitu nyeri tajam dan hebat yang sering terasa di perut kanan atas atau punggung atas, biasanya setelah makan makanan yang sangat berlemak," ia menjelaskan.

"Hal ini dapat disertai mual atau muntah. Dan begitu mulai, rasa sakitnya dapat berlangsung selama berjam-jam," ia menambahkan.

Menurut dr. Sood, kondisi batu empedu lebih sering dialami perempuan, orang dengan berat badan berlebih, penderita diabetes, serta mereka yang mengalami perubahan berat badan drastis, termasuk penurunan berat badan dalam waktu singkat.

Ia juga mengingatkan bahwa serangan nyeri tajam yang muncul berkali-kali dalam sepekan bisa menandakan fungsi kantung empedu sudah terganggu.

"Diagnosis dilakukan melalui USG, yang dapat mendeteksi bahkan batu kecil atau tanda-tanda peradangan," katanya.

Batu empedu yang tidak menimbulkan keluhan biasanya cukup dipantau. Namun, jika rasa sakit sering kambuh atau terasa sangat mengganggu, konsultasi ke dokter sangat dianjurkan agar penanganannya tepat.

Dr. Sood menambahkan bahwa pada kondisi tertentu, pasien bisa disarankan menjalani kolesistektomi laparoskopi, yakni prosedur operasi minimal invasif untuk mengangkat kantung empedu melalui sayatan kecil.

"Setelah kantung empedu diangkat, empedu mengalir langsung ke usus, dan bagi kebanyakan orang, serangan yang menyakitkan tersebut akan berhenti sepenuhnya," katanya.

Sumber: Hindustan Times

Bagikan

Mungkin Kamu Suka