Waspada! Puncak Flu Musiman di Jakarta Berlangsung Februari

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Dinas Kesehatan DKI Jakarta meminta masyarakat untuk mewaspadai puncak flu musiman di Jakarta yang umumnya terjadi pada dua periode, yaitu sekitar Februari - Maret dan Oktober - November 2026.

"Pola ini relatif konsisten dan menjadi dasar penguatan upaya pencegahan pada periode tersebut," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Sri mengingatkan, musim hujan maupun masa pancaroba menjadi salah satu faktor risiko meningkatnya kasus flu dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kondisi udara yang lebih lembap membuat droplet (percikan liur dari mulut atau hidung saat batuk, bersin, atau berbicara) bertahan lebih lama, sementara aktivitas masyarakat yang lebih banyak dilakukan di dalam ruangan dengan ventilasi terbatas dapat meningkatkan risiko penularan.

Selain itu, perubahan suhu yang cukup drastis juga dapat membuat saluran pernapasan menjadi lebih sensitif.

"Karena itu, penting bagi masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh, memastikan ventilasi rumah yang baik, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat," kata Sri.

Adapun terkait kasus influenza A di Jakarta, data Sistem All Record Kementerian Kesehatan menunjukkan sepanjang bulan Januari tahun 2026 terdapat satu kasus positif Influenza A subtipe H1 dan 2 kasus positif Influenza A subtipe H3 dari 43 sampel yang diperiksa.

Sebagai perbandingan, pada dua minggu pertama Januari tahun 2025 dilakukan pemeriksaan terhadap 11 sampel. Hasilnya, ditemukan 4 kasus positif Influenza A H1 dan 1 kasus positif Influenza B Victoria, sementara enam sampel lainnya dinyatakan negatif.

"Hal ini menunjukkan bahwa kasus influenza bersifat fluktuatif dan terus dipantau secara berkala oleh sistem surveilans," kata Sri.

Sementara itu, kasus influenza tipe A H3N2 Subclade K yang dikategorikan sebagai superflu (super flu), data Kementerian Kesehatan per 1 Januari 2026 menunjukkan belum ditemukan atau terdeteksi di Jakarta.

Kendati begitu, Sri mengimbau masyarakat untuk tidak panik, namun tetap waspada dan menerapkan langkah pencegahan antara lain dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Adapun total kasus ISPA yang ditemukan di Jakarta berdasarkan data bulan Desember tahun 2025 sebanyak 216.312 kasus.


Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka