Logo Harmoni Imlek Nusantara 2026 Tampilkan Kekayaan Budaya Indonesia

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Ketua Umum Imlek Nasional 2026 Irene Umar memperkenalkan logo Harmoni Imlek Nusantara 2026 yang menunjukkan identitas Indonesia sekaligus akulturasi budaya Tionghoa yang melebur dengan tradisi lokal.

Logo ini mengambil bentuk kuda lumping khas Betawi, berwarna merah dengan rambut kuda yang diberi sentuhan putih sebagai simbol bendera Indonesia.

“Kalau kita bergeser di matanya itu adalah matanya api, api itu mengobarkan semangat dan kebetulan tahun ini adalah tahun kuda api. Maka dari itu apinya terwakilkan di sana,” jelas Irene dalam konferensi pers di Jakarta.

Mata api itu menggambarkan semangat, keberanian, dan fokus batin, sejalan dengan energi Kuda Api yang membakar motivasi untuk bergerak maju dan membuka jalan bagi masa depan.

Selain itu, ada garis putih di mulut dan kaki kuda yang melambangkan bahwa setiap ucapan dan langkah harus diiringi kebijaksanaan, kesadaran, dan etika demi mewujudkan Indonesia Emas.

Logo juga menampilkan tiga elemen budaya Indonesia yang khas yakni batik Banji yang melambangkan keberuntungan yang berputar tanpa henti, batik pucung rebung dari pesisir yang sering digunakan kain tradisional Betawi, dan bunga batik di kaki kuda yang melambangkan semangat Indonesia untuk melangkah maju.

“Supaya pada saat kita melangkah sama seperti pada sang kuda lumping forward itu kita tetap akan ingat dengan kebudayaan kemanusiaannya kita. Kadang-kadang kan kita kalau misalnya manusia ya sudah terlalu cepat gitu kan kita lupa. Wah lupa sama rumah, lupa sama budaya, lupa sama kemanusiaan. Inilah yang mengingatkan,” kata Irene.

Detail lain di logo berupa dua garis putih di buntut kuda yang menandai spesialnya Imlek tahun ini yang bersamaan dengan bulan suci Ramadan bagi umat Muslim.

Irene berharap Harmoni Imlek Festival 2026 bisa menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata Imlek yang inklusif dan dirayakan damai serta sejahtera.

“Inilah yang mau kita tunjukkin bahwa Indonesia tumbuh itu melalui harmoni. Perbedaan hadir itu sebagai kekuatan. Makanya ada yang kalau di luar mengatakan unity in diversity. Kita bersatu dan kita kokoh dan kita kaya. Karena keberagamannya kita. Itulah Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Irene.

Festival Imlek perdana ini akan berlangsung pada 17 Februari–3 Maret 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta dengan tagline Harmoni Nusantara. Perayaan yang bertepatan dengan bulan suci Ramadan ini juga menjadi ruang refleksi dan interaksi antar umat beragama serta masyarakat.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka