Jakarta (KABARIN) - Di tengah sisa lumpur dan tanah yang masih lembap, harapan mulai kembali berdiri—pelan tapi pasti. Pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara terus berjalan, menyatukan personel TNI dan masyarakat dalam semangat gotong royong.
Laporan Tim Media Presiden mencatat progres pembangunan yang beragam, mulai dari perangkaian rangka besi hingga penyelesaian unit hunian. Di Desa Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, rangka besi huntara telah berdiri di beberapa titik. Di sudut lain, warga dan personel TNI tampak meratakan tanah dengan cangkul—kerja sederhana yang menjadi fondasi tempat tinggal baru.
Sementara itu, di Sumatera Barat, geliat pembangunan terlihat lebih maju. Sembilan unit huntara telah rampung 100 persen, tersebar di Kabupaten Lima Puluh Kota, Agam, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Tanah Datar, hingga Kota Padang. Setiap unit yang berdiri bukan sekadar bangunan, melainkan penanda bahwa kehidupan perlahan kembali normal.
Masih di Sumatera Barat, satu unit huntara di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Nagari Puluik-Puluik (Pesisir Selatan) masih dalam proses dengan progres sekitar 45 persen. Rangka bangunan sudah tegak, tanah diratakan, dan bahan bangunan siap digunakan—semua untuk mempercepat penyelesaian.
Di Kabupaten Tanah Datar, suasana kerja bakti terasa kental. Di Kecamatan Batipuh, Nagari Bungo Tanjung, rangka bangunan dan atap galvalume telah terpasang. Personel TNI dan warga bahu-membahu memasang dinding huntara. Tak jauh dari sana, di Batipuh Selatan, Nagari Sumpur, pembangunan huntara hampir rampung dan sepenuhnya dikerjakan oleh TNI.
Di Pesisir Selatan, proses juga terus bergulir. Lantai dasar huntara tengah dicor, sementara sebagian rangka bangunan telah berdiri. Sebuah tenda BNPB tampak berdiri di sisi lokasi—menjadi tempat beristirahat sejenak bagi warga dan personel TNI yang bekerja dari pagi hingga senja.
Tak hanya hunian sementara, hunian tetap (huntap) juga mulai dipersiapkan. Di Kota Padang Panjang, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kelurahan Tanah Hitam, lahan kosong mulai ditata sebagai lokasi pembangunan huntap. Di sisi lain kota, tepatnya di Padang Panjang Timur, Kelurahan Ekor Lubuk, huntap telah berdiri dengan desain modern berbentuk segitiga—menggunakan batako berwarna abu-abu dan kuning, serta rangka atap baja ringan yang memberi kesan rumah perkotaan.
Di balik angka progres dan laporan teknis, pembangunan ini menyimpan cerita tentang ketangguhan, kolaborasi, dan harapan—bahwa dari reruntuhan, kehidupan bisa kembali dibangun bersama.
Sumber: ANTARA