Jakarta (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan berkah kepada umat Muslim yang merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Ucapan tersebut disampaikan melalui keterangan resmi Gedung Putih pada Rabu 18 Maret.
Dalam pernyataannya, Trump bersama Ibu Negara mengirimkan salam hangat kepada warga Muslim di Amerika Serikat yang merayakan Idul Fitri.
"Saya dan Ibu Negara menyampaikan ucapan selamat terbaik kami kepada setiap warga Amerika yang merayakan Idul Fitri," kata Donald Trump dalam keterangan Gedung Putih pada Rabu (18/3).
Ia juga berharap perayaan Idul Fitri membawa keberkahan bagi umat Muslim serta menjadi momen kebersamaan setelah menjalani ibadah Ramadan. Menurutnya, Idul Fitri tidak hanya dirayakan oleh komunitas Muslim tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial yang lebih luas di masyarakat.
Trump menilai Idul Fitri atau yang juga dikenal sebagai Hari Raya Berbuka Puasa mencerminkan nilai kebersamaan dan saling menghormati antarumat beragama. Ia menambahkan bahwa perayaan ini sekaligus mengingatkan kembali pada pentingnya kebebasan beragama yang menjadi salah satu prinsip dasar di Amerika Serikat.
"Hari raya ini juga berfungsi sebagai pengingat akan prinsip dasar Amerika tentang kebebasan beragama, yang diperjuangkan oleh pemerintahan saya setiap hari," demikian katanya.
Di sisi lain, perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di berbagai negara berlangsung pada waktu yang berbeda. Secara global, sejumlah negara merayakannya pada Jumat 20 Maret 2026, sementara di Indonesia terdapat perbedaan penetapan waktu di kalangan umat Muslim.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama Republik Indonesia telah menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026 setelah pelaksanaan sidang isbat yang mempertimbangkan hasil pengamatan hilal.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil karena hilal belum terlihat berdasarkan perhitungan dan pengamatan yang dilakukan.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir sebelumnya mengimbau masyarakat untuk menyikapi perbedaan penetapan waktu Idul Fitri dengan sikap saling menghargai dan tetap menjaga persatuan.
Ia menekankan bahwa perbedaan yang ada tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi kesempatan untuk memperkuat nilai toleransi dalam kehidupan sehari hari.
Sumber: ANTARA