Jakarta (KABARIN) - Keberhasilan Noortje Driessen dan Caden Pierce meraih gelar pemain terbaik di ajang FIBA 3x3 Champions Cup 2026 menjadi bukti bahwa sistem pembinaan basket 3x3 berjalan dengan baik.
Menurut FIBA, kedua pemain tersebut merupakan hasil dari program pengembangan berjenjang yang dirancang untuk membina atlet sejak usia muda hingga mencapai level profesional.
Sebelum tampil di level tertinggi, Driessen dan Pierce lebih dulu menimba pengalaman lewat kompetisi seperti FIBA 3x3 Nations League dan FIBA 3x3 U23 World Cup.
Lewat ajang tersebut, para pemain muda mendapatkan kesempatan untuk mengasah kemampuan sekaligus beradaptasi dengan gaya permainan 3x3 yang cepat dan penuh tekanan.
Driessen menunjukkan perkembangan yang cukup pesat sejak tampil di Nations League hingga dua kali berlaga di U23 World Cup. Penampilannya semakin matang hingga akhirnya tampil dominan di Bangkok dengan mencetak 15 poin di partai final dan membawa tim Belanda menjadi juara.
Di sisi lain, Pierce berkembang menjadi sosok penting dalam tim nasional Amerika Serikat. Ia turut berperan dalam keberhasilan timnya menjuarai beberapa seri Nations League pada 2024 dan 2025.
Konsistensi performa serta kontribusinya di momen penting membuat Pierce layak menyandang status pemain terbaik dalam turnamen tersebut.
Keberhasilan dua pemain ini memperlihatkan bahwa sistem pembinaan yang diterapkan mampu menghasilkan atlet yang siap bersaing di level internasional.
Dengan perkembangan pesat basket 3x3 dan persiapan menuju Olimpiade Los Angeles 2028, program pembinaan ini dinilai menjadi salah satu fondasi penting bagi masa depan olahraga tersebut.
Sumber: ANTARA