Maduro Melawan Balik, Minta Kasus Narkoterorisme Dibatalkan

waktu baca 2 menit

Istanbul (KABARIN) - Mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Kamis (26/3), dijadwalkan meminta hakim federal Amerika Serikat (AS) untuk membatalkan dakwaan narco-terorisme, dengan alasan Washington telah menghambat kemampuannya untuk membangun pembelaan hukum, ungkap laporan media AS.

Hakim Alvin Hellerstein sebelumnya menjadwalkan sidang untuk memberikan kesempatan kepada pengacara Maduro dan istrinya, Cilia Flores, meninjau bukti, menyusun mosi prapersidangan, serta kemungkinan menetapkan jadwal persidangan.

Dalam sidang tersebut, Maduro diperkirakan akan meminta pembatalan perkara di tengah sengketa biaya hukum, karena pengacaranya, Barry Pollack, tidak dapat menerima pembayaran dari Venezuela tanpa pengecualian sanksi AS yang hingga kini belum diberikan.

Pollack mengatakan Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan AS sempat menyetujui, lalu mencabut kembali izin yang memungkinkan Venezuela membayar biaya hukumnya.

Ia menambahkan bahwa karena sanksi AS terhadap Maduro dan pemerintah Venezuela, pembayaran semacam itu memerlukan otorisasi resmi.

Ia berpendapat pencabutan tersebut melanggar hak konstitusional Maduro untuk mendapatkan pembelaan yang layak, pandangan yang juga didukung oleh pengacara Flores. Mereka juga meminta sidang untuk meninjau proses pengambilan keputusan pemerintah jika perkara tidak dibatalkan.

Jaksa menyatakan bahwa izin tersebut sempat diberikan karena kesalahan dan kemudian dicabut, seraya menambahkan bahwa Maduro dan istrinya tetap dapat menggunakan dana pribadi mereka di Venezuela untuk menanggung biaya hukum.

Para pengacara menyebut peluang Maduro untuk mengakses dana pembelaan sangat terbatas, meskipun ia berhak atas pengacara yang ditunjuk pengadilan, sementara ia dan istrinya membantah dakwaan terkait narkoba dan senjata selama berada dalam tahanan AS.

Pollack juga menyatakan akan menggugat legalitas penangkapan Maduro serta berargumen bahwa ia memiliki kekebalan dari penuntutan, dengan alasan dugaan pelanggaran terjadi saat ia masih menjabat sebagai presiden.

Maduro dan istrinya masih ditahan di fasilitas federal di New York setelah penangkapan pada 3 Januari dalam operasi militer AS di Caracas, yang diikuti dengan dakwaan atas tuduhan narco-terorisme dan perdagangan kokain.

Sumber: Anadolu_OANA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka