Ekonom Nilai Kunjungan Prabowo ke Jepang Dorong Penguatan Kerja Sama Perdagangan

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Ekonom INDEF sekaligus Rektor Universitas Paramadina Didik J. Rachbini menilai kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang menjadi langkah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi, khususnya di sektor perdagangan dan investasi.

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, Didik menyebut diplomasi tersebut diharapkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu menghasilkan dampak nyata bagi perekonomian nasional, terutama dalam memperluas akses pasar dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Ia menjelaskan bahwa Jepang merupakan salah satu mitra penting Indonesia sehingga hubungan kedua negara perlu terus diperkuat dengan pendekatan yang lebih terarah dan berkelanjutan.

"Jepang sebagai mitra dagang utama sangat potensial untuk memajukan perdagangan luar negeri Indonesia," ujar Didik.

Menurutnya, struktur perdagangan Indonesia dan Jepang saling melengkapi. Indonesia banyak mengekspor sumber daya alam seperti energi, batu bara, LNG, serta produk pertanian dan perikanan, sementara Jepang lebih banyak memasok mesin industri, teknologi, dan investasi di sektor manufaktur.

Kondisi ini dinilai memberi keuntungan dua arah karena dapat memperkuat industri dalam negeri, membuka lapangan kerja, serta mendorong alih teknologi yang dibutuhkan untuk pengembangan sektor otomotif dan elektronik nasional.

Didik juga membandingkan pola hubungan tersebut dengan China yang menurutnya lebih bersifat kompetitif karena banyak produk yang saling bersaing di pasar yang sama, mulai dari sektor pertanian hingga manufaktur seperti tekstil dan elektronik.

Ia menilai persaingan tersebut berpotensi menekan industri lokal jika tidak diimbangi dengan kebijakan perlindungan dan penguatan daya saing dalam negeri.

Selain itu, tekanan harga dari produk impor juga dapat memicu tantangan serius bagi industri kecil dan menengah yang berisiko bergeser menjadi sekadar distributor barang luar negeri.

Meski pertumbuhan ekonomi Jepang tidak terlalu tinggi, Didik menegaskan negara tersebut tetap memiliki skala ekonomi besar dan berpengaruh secara global sejajar dengan Amerika Serikat, China, India, dan Jerman.

Karena itu, ia menilai kunjungan Presiden ke Jepang harus ditindaklanjuti dengan langkah konkret, terutama dalam promosi investasi dan penguatan kerja sama dagang.

Ia menekankan pentingnya memastikan hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang benar benar berdampak pada penguatan industri nasional melalui integrasi ke rantai pasok global, transfer teknologi, dan penciptaan lapangan kerja di sektor manufaktur.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka