Beirut (KABARIN) - Situasi di Lebanon kembali memanas setelah tentara Israel menghentikan konvoi milik pasukan penjaga perdamaian PBB. Dalam insiden itu, satu personel sempat ditahan sebelum akhirnya dibebaskan.
Misi UNIFIL menyampaikan bahwa kejadian bermula saat konvoi logistik mereka dihentikan oleh Pasukan Pertahanan Israel.
"Sebelumnya malam ini, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menahan seorang penjaga perdamaian UNIFIL setelah memblokir konvoi logistik," kata UNIFIL dalam pernyataannya.
Setelah dilakukan komunikasi langsung antara pimpinan misi dan pihak terkait, personel yang ditahan tersebut akhirnya dilepaskan dalam waktu singkat.
"Setelah dilakukan kontak langsung dan segera oleh Kepala Misi dan Komandan Pasukan UNIFIL serta Cabang Penghubung, penjaga perdamaian tersebut dibebaskan dalam waktu kurang dari satu jam," kata misi PBB tersebut.
UNIFIL menilai tindakan penahanan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Selain itu, gangguan terhadap aktivitas mereka juga dianggap melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.
Ketegangan di wilayah ini sendiri meningkat sejak konflik antara kelompok Hizbullah dan Israel kembali memanas sejak awal Maret. Dalam periode tersebut, UNIFIL mencatat sedikitnya tiga penjaga perdamaian tewas di wilayah selatan Lebanon akibat serangan, sementara beberapa lainnya mengalami luka-luka.
Sumber: SPU