Tokyo (KABARIN) - Jepang melaporkan 236 kasus campak sejak Januari tahun ini, meningkat 3,6 kali lipat dibandingkan 66 kasus pada periode yang sama tahun lalu, menurut Institut Keamanan Kesehatan Jepang, Selasa (14/4).
Lembaga tersebut mengatakan fasilitas kesehatan di seluruh Jepang mengonfirmasi 34 kasus pada 30 Maret–5 April.
Sebanyak 100 kasus pertama tercatat hingga 8 Maret, sementara 100 kasus berikutnya terjadi dalam empat pekan setelahnya.
Jepang dinyatakan bebas campak oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2015, tetapi kasus impor dari pengunjung asing dan pelancong yang kembali dari luar negeri kerap memicu wabah lokal.
Virus campak yang sangat menular menyebar melalui percikan air di udara, dengan gejala seperti demam, pilek, dan batuk yang muncul sekitar 10 hari setelah paparan.
Dalam beberapa kasus, infeksi bisa menyebabkan komplikasi serius seperti ensefalitis atau radang otak.
Vaksin campak-rubella diberikan dalam dua dosis untuk mencegah infeksi.
Di Jepang, anak-anak menerima dosis pertama pada usia 1 tahun dan dosis kedua pada tahun sebelum masuk sekolah dasar.
Jumlah kasus campak tahunan tertinggi dalam satu dasawarsa terakhir mencapai 744 pada 2019, sementara pada 2025 tercatat 265 kasus.
Sumber: Kyodo
Sumber: KYO