Olahraga Singkat tapi Intens Bisa Turunkan Risiko Penyakit Kronis

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Aktivitas fisik intens dalam durasi singkat setiap hari dapat membantu menurunkan risiko berbagai penyakit kronis, menurut studi terbaru yang dipublikasikan di European Heart Journal.

Sebagaimana dilansir dari laman EatingWell pada Selasa, penelitian tersebut menyoroti bahwa intensitas olahraga memiliki peran penting, tidak hanya durasi, dalam menjaga kesehatan jangka panjang.

Peneliti menganalisis data dari UK Biobank terhadap lebih dari 96 ribu orang yang menggunakan pelacak kebugaran serta lebih dari 375 ribu responden survei terkait kebiasaan aktivitas fisik.

Para partisipan dipantau selama 9 hingga 14 tahun untuk melihat risiko delapan penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, diabetes tipe 2, penyakit ginjal kronis, gangguan pernapasan, demensia, hingga penyakit hati.

Hasil studi menunjukkan bahwa partisipan yang menyertakan lebih dari 4 persen aktivitas intens dalam total aktivitas mingguan mengalami penurunan risiko kesehatan yang signifikan.

Kelompok ini tercatat memiliki risiko 31 persen lebih rendah terhadap penyakit kardiovaskular, 41 persen lebih rendah terhadap penyakit ginjal kronis, serta 44 persen lebih rendah terhadap penyakit pernapasan kronis.

Penurunan risiko juga terlihat lebih besar pada beberapa kondisi lain, seperti diabetes tipe 2 yang turun hingga 60 persen dan demensia sebesar 63 persen. Selain itu, risiko kematian dari berbagai penyebab juga lebih rendah hingga 46 persen.

Peneliti juga menemukan bahwa respons tiap penyakit terhadap olahraga berbeda. Pada penyakit metabolik seperti diabetes dan penyakit hati, durasi dan intensitas sama-sama berpengaruh. Sementara itu, pada kondisi inflamasi dan demensia, intensitas menjadi faktor utama.

Meski demikian, studi ini bersifat observasional sehingga belum dapat memastikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Selain itu, penggunaan pelacak kebugaran yang terbatas dalam satu minggu serta data survei mandiri menjadi keterbatasan penelitian.

Peneliti menekankan bahwa manfaat tersebut dapat diperoleh tanpa harus melakukan olahraga berat dalam waktu lama. Cukup dengan memastikan sekitar 4 hingga 5 persen dari total aktivitas fisik merupakan aktivitas intens.

Aktivitas tersebut dapat berupa jogging singkat, menaiki tangga dengan cepat, atau aktivitas lain yang membuat detak jantung meningkat dan napas lebih berat.

Dengan menambahkan sekitar 15 hingga 20 menit aktivitas intens dalam seminggu, seseorang dapat memperoleh manfaat signifikan untuk menurunkan risiko penyakit kronis dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Sumber: Eatwell

Bagikan

Mungkin Kamu Suka