Pakar: Vape dan Rokok Sama-Sama Berisiko Bagi Kesehatan

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Faisal Yunus yang merupakan guru besar di Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menegaskan bahwa rokok elektronik atau vape maupun rokok konvensional sama sama memiliki dampak berbahaya bagi kesehatan dan tidak bisa dianggap sebagai pilihan yang lebih aman.

Ia menjelaskan bahwa meski cara kerjanya berbeda, keduanya tetap menghasilkan paparan zat berbahaya yang bisa memengaruhi tubuh dalam jangka panjang.

“Rokok konvensional melalui proses pembakaran menghasilkan ribuan zat kimia, termasuk karsinogen kuat yang meningkatkan risiko kanker paru, PPOK, dan penyakit kardiovaskular,” kata Faisal ketika dihubungi , Rabu.

Sementara itu vape bekerja dengan memanaskan cairan hingga menjadi aerosol dan tidak menghasilkan tar dalam jumlah yang sama seperti rokok biasa.

Namun ia menegaskan bahwa aerosol dari vape tetap membawa nikotin dan berbagai zat beracun yang bisa berdampak pada kesehatan.

“Aerosol vape mengandung nikotin dalam kadar yang sering lebih tinggi, serta zat seperti formaldehid, asetaldehid, dan logam berat yang dapat menimbulkan inflamasi paru, stres oksidatif, dan gangguan fungsi pembuluh darah,” ujarnya.

Menurutnya perbedaan bentuk paparan tidak menghilangkan bahaya yang ada, melainkan hanya mengubah cara zat tersebut memengaruhi tubuh.

Ia juga menyoroti bahwa dampak vape tidak hanya dirasakan oleh pengguna aktif tetapi juga orang di sekitarnya.

Meski tidak menghasilkan asap seperti rokok konvensional, vape tetap mengeluarkan aerosol yang mengandung partikel halus serta bahan kimia berbahaya.

“Pajanan ini terutama di ruang tertutup tetap berpotensi menimbulkan efek kesehatan, sehingga anggapan bahwa vape hanya menghasilkan ‘uap air’ tidak tepat secara ilmiah,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa paparan tersebut tetap bisa mengandung nikotin dan zat berbahaya lain yang ikut terhirup oleh orang sekitar.

Menurutnya sebagai Ketua Kolegium Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi Indonesia, kondisi ini menunjukkan bahwa risiko vape tidak hanya terbatas pada pengguna tetapi juga lingkungan di sekitarnya.

Ia menegaskan masyarakat perlu memahami bahwa baik rokok konvensional maupun vape sama sama membawa risiko kesehatan sehingga tidak ada bentuk konsumsi yang benar benar aman.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka