MUI Tegaskan Indonesia Menentang Penjajahan Antarnegara

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Iskandar menegaskan bahwa Indonesia tidak membenarkan praktik penjajahan antarnegara karena bertentangan dengan prinsip hubungan internasional dan hak asasi manusia.

Hal itu disampaikan Anwar saat menerima kunjungan Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Faisal Abdullah Al Amoudi di Jakarta, Kamis malam (16/4), guna membahas berbagai isu, termasuk perkembangan di Timur Tengah.

"Indonesia adalah negara yang tidak membenarkan penjajahan karena melanggar prinsip hubungan internasional dan hak asasi manusia," kata Anwar.

Ia juga menekankan pentingnya nilai persaudaraan antarumat, khususnya di kalangan umat Islam.

"Pada hakikatnya kita semua adalah saudara, sehingga nilai-nilai tersebut diharapkan tercermin dalam kehidupan bersama," ujarnya.

Anwar turut menyoroti dampak konflik yang berkepanjangan dan menyerukan penghentian peperangan.

"Menghilangkan nyawa manusia sangat dilarang dalam ajaran agama. Karena itu, peperangan harus segera dihentikan," katanya.

Sementara itu, Faisal mengapresiasi sikap MUI dalam menyikapi konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

"Tentu sikap MUI tidak diragukan, selalu berdiri bersama Kerajaan Arab Saudi. Indonesia adalah negara dengan mayoritas Muslim, sementara Arab Saudi merupakan tempat turunnya wahyu dan kota-kota suci," katanya.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang, serta jajaran pengurus MUI lainnya seperti Wakil Ketua Umum Cholil Nafis, Sekretaris Jenderal Amirsyah Tambunan, Bendahara Umum Misbahul Ulum, dan Ketua Bidang Fatwa Asrorun Ni’am Sholeh.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka