Kontaminasi Bahan Kimia pada Makanan, Ini Dampak yang Perlu Diwaspadai

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Para ahli mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap kemungkinan paparan bahan kimia seperti pestisida pada bahan makanan segar, terutama sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian.

Menurut siaran Everyday Health pada Senin (20/4), sebuah penelitian baru menyebut adanya kemungkinan keterkaitan antara paparan pestisida pada buah dan sayur dengan pola diet sehat yang justru dikaitkan dengan risiko kanker paru-paru.

Dalam studi yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Association for Cancer Research, peneliti meluncurkan Proyek Epidemiologi Kanker Paru-paru pada Usia Muda yang melibatkan 187 pasien kanker paru-paru yang didiagnosis sebelum usia 50 tahun.

Sebagian besar responden diketahui tidak pernah merokok dan memiliki jenis kanker paru-paru yang berbeda dari kasus yang umumnya terkait dengan kebiasaan merokok.

Peneliti menganalisis pola makan peserta menggunakan Indeks Makan Sehat (Healthy Eating Index/HEI) dan membandingkannya dengan populasi umum di Amerika Serikat.

Hasilnya menunjukkan bahwa pasien kanker paru-paru muda memiliki skor HEI rata-rata 65 dari 100, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional AS yang berada di angka 57.

Secara umum, kelompok pasien tersebut mengonsumsi lebih banyak sayuran hijau, kacang-kacangan, serta biji-bijian utuh dibandingkan rata-rata orang dewasa di Amerika.

Ahli onkologi medis USC Norris Comprehensive Cancer Center, Jorge Nieva, MD, selaku penulis utama studi, menyoroti kemungkinan peran pestisida dalam hubungan tersebut.

"Karena pestisida ditemukan dalam konsentrasi yang lebih tinggi pada jenis makanan yang dikonsumsi oleh populasi pasien kami," katanya.

Ia juga menyebut bahwa pekerja di sektor pertanian yang terpapar pestisida memiliki risiko lebih tinggi terhadap kanker paru-paru.

Namun, ahli epidemiologi Universitas Illinois di Chicago, Katrine Wallace PhD, menilai temuan tersebut masih merupakan bukti tingkat rendah yang baru sebatas hipotesis awal.

Menurutnya, hasil tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman publik dan dapat mengganggu pedoman pola makan sehat yang telah berlaku.

Senada, Dekan Madya Penelitian Kanker Universitas Buffalo, Roberto Pili, MD, menekankan perlunya kehati-hatian dalam menafsirkan hasil studi tersebut.

Ia menyebut belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa kelompok pasien dalam penelitian tersebut memiliki paparan pestisida yang lebih tinggi secara langsung.

Pili juga menegaskan perlunya penelitian lanjutan dengan sampel lebih besar untuk memahami hubungan antara paparan pestisida, konsumsi produk pertanian, dan risiko kanker paru-paru.

“Terlepas dari apakah produk tersebut organik atau konvensional, pencucian harus selalu direkomendasikan untuk mengurangi kontaminan seperti bahan kimia dan bakteri,” katanya.

Sumber: Eating Well

Bagikan

Mungkin Kamu Suka