Bukan Cuma Paru-paru, Ternyata Rokok Juga Bisa Merusak Tulang

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Merokok yang kerap dikaitkan dengan kanker paru-paru, penyakit jantung, atau gangguan pernapasan, juga dapat merusak kesehatan tulang, termasuk tulang belakang.

Nikotin dan berbagai zat berbahaya lainnya dalam rokok maupun tembakau tanpa asap juga dapat menghambat aliran darah ke tulang, sebagaimana dilansir laporan Hindustan Times, pada Rabu.

Dokter sekaligus konsultan utama bedah ortopedi dan trauma kompleks, rekonstruksi/penggantian sendi robot, kedokteran olahraga dan artroskopi di KIMS Hospitals, Bengaluru Dr. Kumardev Arvind Rajamanya mengatakan dampak tembakau dalam rokok memengaruhi kesehatan tulang belakang.

“Tembakau memiliki pengaruh besar terhadap tulang belakang. Cakram di antara tulang belakang kita bertindak sebagai bantalan dan membantu penyerapan goncangan. Pada perokok, kerusakan cakram ini terjadi lebih cepat akibat kurangnya nutrisi dan hidrasi,” kata Dr. Kumardev.

Dalam kehidupan sehari-hari, kondisi tersebut dapat menyebabkan nyeri punggung, prolaps cakram (saraf terjepit akibat penonjolan cakram), serta berbagai komplikasi lain yang berkaitan dengan tekanan pada saraf.

“Banyak anak muda terkejut ketika mengetahui bahwa penggunaan tembakau bisa menjadi penyebab nyeri punggung bawah yang mereka alami,” tambahnya.

Dr. Kumardev mengatakan tulang merupakan organ yang dinamis dan memiliki kemampuan alami untuk memperbaiki dirinya sendiri. Namun, penggunaan tembakau mengganggu proses perbaikan dan penyembuhan tersebut melalui berbagai mekanisme.

Menurut dia, nikotin serta zat berbahaya lain yang terkandung dalam rokok dan produk tembakau tanpa asap dapat menghambat aliran darah ke tulang dan jaringan penyangganya.

Padahal, aliran darah sangat penting untuk mengantarkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan selama proses penyembuhan setelah cedera maupun operasi, ini menghambat kesehatan tulang.

Selain itu, tulang mewakili jaringan hidup yang terus-menerus mengalami perbaikan dan pembaruan diri, dan penyembuhan patah tulang yang tertunda adalah salah satu masalah paling umum yang terkait dengan kebiasaan merokok.

Misalnya, pada banyak perokok, penyatuan kembali tulang yang patah berlangsung lebih lambat dan lebih sulit, bahkan dalam beberapa kasus mereka tidak sembuh sama sekali. Kondisi medis ini dikenal sebagai non-union atau kegagalan penyatuan tulang.

"Dalam praktik saya, saya selalu menekankan kepada pasien bahwa sehebat apa pun tindakan operasi atau alat medis yang digunakan, semuanya tidak akan mampu mengatasi proses penyembuhan yang buruk,” ujar dia.

Masalah besar lainnya yang berkaitan dengan penggunaan tembakau adalah Osteoporosis. Menurut Dr. Kumardev, kondisi ini membuat tulang menjadi rapuh karena kemampuan tubuh menyerap kalsium terganggu dan kepadatan tulang menurun.

Dalam hal ini, perempuan pasca-menopause sangat rentan terhadap osteoporosis, tetapi laki-laki memiliki risiko yang sama jika mereka terus menggunakan tembakau untuk jangka waktu yang lama.

“Osteoporosis meningkatkan kemungkinan menderita cedera tulang seperti patah pada pinggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan yang disebabkan oleh kecelakaan kecil,” kata Dr Kumardev.

Dr. Kumardev menegaskan bahwa tembakau kunyah atau gutka bukanlah alternatif yang lebih aman dibandingkan rokok. Banyak orang menganggap tembakau kunyah lebih aman karena tidak dihirup ke paru-paru. Namun, nikotin tetap memengaruhi metabolisme tulang, apa pun cara konsumsinya.

“Lapisan positifnya di sini bahwa begitu penggunaan tembakau berhenti, proses penyembuhan dimulai. Pasien yang berhasil berhenti menggunakan produk tembakau sebelum prosedur ortopedi mereka atau selama pemulihan patah tulang mereka akan cenderung sembuh lebih cepat dan menderita lebih sedikit komplikasi,” tutur dia.

Oleh karena itu, jika mengalami nyeri punggung yang terus-menerus atau patah tulang yang berulang, ada baiknya mempertimbangkan bahwa penggunaan tembakau mungkin bisa jadi salah satu penyebab tersembunyi di balik masalah tersebut.

Sumber: HindustanTimes

Bagikan

Mungkin Kamu Suka