Jakarta (KABARIN) - Dokter spesialis onkologi medis di Max Super Speciality Hospital Patparganj, India, Dr. Sameer Khatri, mengingatkan bahwa sejumlah gejala kanker sering kali dianggap sebagai keluhan kesehatan ringan, sehingga diagnosis menjadi terlambat.
Melansir dari laman Hindustan Times, Jumat, Khatri mengatakan kanker tidak selalu diawali dengan nyeri hebat atau benjolan yang terlihat. Banyak jenis kanker berkembang secara perlahan dengan gejala yang menyerupai penyakit sehari-hari.
"Sebagian besar gejala memang lebih sering disebabkan kondisi yang tidak berbahaya dibandingkan kanker. Namun, gejala yang menetap, semakin memburuk, atau terus berulang tidak boleh diabaikan," kata Khatri.
Salah satu gejala yang perlu diwaspadai adalah batuk yang tidak kunjung sembuh. Menurut dia, batuk berkepanjangan umumnya disebabkan infeksi virus, alergi, atau polusi. Namun, bila berlangsung lebih dari tiga minggu, disertai darah atau sesak napas, kondisi tersebut dapat menjadi tanda kanker paru-paru atau kanker laring, terutama pada perokok.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh gangguan lambung yang berlangsung terus-menerus.
"Rasa asam lambung sesekali memang normal. Namun, gangguan pencernaan yang menetap atau sensasi makanan tersangkut saat menelan bisa menjadi tanda awal kanker lambung atau kanker kerongkongan," ujarnya.
Menurut Khatri, apabila keluhan tidak membaik meski telah mengonsumsi obat, pasien sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk menjalani pemeriksaan lanjutan, seperti endoskopi.
Penurunan berat badan tanpa menjalani diet atau meningkatkan aktivitas fisik juga perlu mendapat perhatian.
Ia mengatakan penurunan berat badan sekitar 5 hingga 10 persen dalam beberapa bulan tanpa penyebab yang jelas dapat menjadi gejala kanker darah, paru-paru, pankreas, maupun lambung.
Selain itu, perubahan pola buang air besar yang berlangsung lama, seperti diare, sembelit, perut kembung, munculnya darah pada tinja, sensasi buang air besar yang tidak tuntas, atau anemia tanpa sebab yang jelas juga dapat mengarah pada kanker kolorektal.
Khatri menambahkan rasa lelah yang tidak membaik meski sudah cukup beristirahat juga tidak boleh dianggap sebagai akibat rutinitas yang padat.
Menurut dia, kelelahan yang muncul setiap hari hingga mengganggu aktivitas, terutama bila disertai anemia, infeksi berulang, atau penurunan berat badan, dapat menjadi tanda awal limfoma, leukemia, maupun kanker kolorektal.
Ia juga mengingatkan agar sariawan, bercak putih atau merah di rongga mulut yang tidak kunjung sembuh selama lebih dari dua minggu segera diperiksakan, terutama pada pengguna tembakau.
"Kanker mulut cukup sering ditemukan di India, dan deteksi dini dapat meningkatkan keberhasilan pengobatan secara signifikan," katanya.
Khatri menambahkan luka pada kulit yang tidak kunjung sembuh juga memerlukan pemeriksaan medis untuk memastikan penyebabnya.
Ia menekankan bahwa deteksi dini masih menjadi langkah paling efektif dalam meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan kanker.
"Semakin cepat gejala dikenali dan diperiksa, semakin besar peluang penanganan dilakukan sebelum penyakit berkembang lebih lanjut," ujar Khatri.
Sumber: Hindustan Times