Sentimen tersebut telah memberikan dampak negatif yang mendorong 'outflow' arus dana investor asing
Jakarta (KABARIN) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa sore ditutup melemah seiring pelaku pasar menantikan sentimen positif dari tingkat domestik dan global.
IHSG ditutup melemah 177,60 poin atau 3,05 persen ke posisi 5.643,19. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 19,90 poin atau 3,47 persen ke posisi 553,11.
"Eksternal dan internal turut menopang pergerakan IHSG," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Dari dalam negeri, Nico mengatakan pelaku pasar cenderung bersikap wait and see, yang tampaknya menantikan rilis data-data ekonomi dan masih terbebani sentimen tinjauan MSCI.
Selain itu, lanjutnya, pasar juga terguncang oleh undang-undang baru yang memberikan kekebalan hukum menyeluruh bagi pembeli obligasi yang diterbitkan oleh Danantara, yang menimbulkan kekhawatiran tentang tata kelola dan transparansi.
"Sentimen tersebut telah memberikan dampak negatif yang mendorong outflow arus dana investor asing," ujar Nico.
Dari mancanegara, pelaku pasar menantikan dimulainya kembali pembicaraan perdamaian Amerika Serikat (AS) dengan Iran di Doha, Qatar.
Di sisi lain, perhatian pelaku pasar fokus terhadap konsistensi kedua belah pihak dalam menciptakan perdamaian di Timur Tengah.
"Sinyal yang beragam dari kedua belah pihak terus mengaburkan prospek, Teheran menegaskan bahwa mereka bermaksud untuk terus mengawasi lalu lintas melalui Selat Hormuz," ujar Liza.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan negosiasi dengan Teheran akan dilanjutkan setelah kedua pihak sepakat untuk menghentikan serangkaian serangan bolak-balik di Selat Hormuz.
Dari China, indeks manufaktur naik menjadi 50,3 dari sebelumnya 50,0, didukung oleh permintaan yang tangguh untuk ekspor teknologi tinggi yang membantu mengimbangi gangguan perdagangan yang berasal dari ketegangan di Timur Tengah.
Dari sisi kebijakan moneter, bank sentral China PBOC meluncurkan operasi reverse repo semalam, menyuntikkan 300 miliar ke Yuandalam sistem keuangan untuk memperkuat manajemen likuiditas jangka pendek dan meningkatkan stabilitas di pasar uang.
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah menjelang penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu sektor barang baku turun paling dalam sebesar 5,43 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor barang konsumen non primer yang turun masing-masing sebesar 3,47 persen dan 2,58 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PEGE, AYLS, BOBA, ESTA, dan ELPI. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni SAME, MMIX, EPAC, PANS, TALF.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.600.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,57 miliar lembar saham senilai Rp15,20 triliun. Sebanyak 141 saham naik 599 saham menurun, dan 219 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 1,11 persen ke 70.240,00, indeks Hang Seng melemah 0,63 persen ke 22.881,02, indeks Shanghai menguat 0,50 persen ke 4.094,40, sedangkan indeks Strait Times melemah 0,58 persen ke 5.178,42.
Baca juga: Rupiah Melemah ke Angka Rp17.907 per Dolar AS Sore Ini
Sumber: ANTARA