Jakarta (KABARIN) - Kecemasan yang berlangsung lama dan rasa lelah yang muncul tanpa sebab jelas ternyata tidak selalu berkaitan dengan kondisi psikologis. Dalam beberapa kasus, dua hal tersebut justru bisa menjadi tanda awal penyakit jantung yang sering tidak disadari, terutama pada wanita.
Dilansir dari Hindustan Times, Rabu (4/3), seorang ahli kardiologi intervensi di Rumah Sakit Saifee, Dr. Mustafa Taskeen, menjelaskan bahwa gejala penyakit jantung pada wanita kerap berbeda dengan pria. Bahkan, sebagian gejalanya bisa terlihat seperti gangguan psikologis.
Menurutnya, banyak orang masih menganggap serangan jantung selalu diawali dengan nyeri dada hebat. Padahal pada wanita, tanda-tanda yang muncul sering kali jauh lebih halus dan tidak khas.
Gejala yang muncul bisa berupa kelelahan berkepanjangan, sesak napas, ketidaknyamanan ringan di dada, mual, pusing, hingga perasaan cemas atau gelisah yang sulit dijelaskan.
"Kelelahan yang terus-menerus, penurunan toleransi olahraga, gangguan tidur, sesak napas, atau perasaan tidak nyaman yang samar dapat mendahului kejadian jantung selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan,” demikian penjelasan ahli jantung tersebut.
Kondisi ini membuat sebagian wanita berisiko salah didiagnosis. Karena gejalanya mirip dengan kecemasan, beberapa pasien mungkin hanya dianggap mengalami masalah psikologis, padahal ada gangguan pada jantung yang belum terdeteksi.
Dr. Taskeen menjelaskan bahwa kecemasan sering kali muncul sebagai respons tubuh terhadap sensasi fisik yang tidak biasa. Salah satu kondisi yang bisa menimbulkan gejala tersebut adalah angina mikrovaskular.
Pada kondisi ini, pembuluh darah koroner berukuran kecil tidak bekerja secara normal, meskipun arteri utama jantung terlihat baik-baik saja saat diperiksa menggunakan tes standar seperti angiografi.
Akibatnya, seseorang bisa merasakan gejala seperti kelelahan ekstrem, sesak napas, ketidaknyamanan di dada, hingga sensasi tubuh yang aneh, yang sering kali disalahartikan sebagai kecemasan.
"Hubungan antara kecemasan kronis dan penyakit jantung juga bersifat dua arah,” tegas Dr. Taskeen.
Artinya, kecemasan tidak hanya bisa menjadi dampak dari masalah jantung, tetapi juga dapat memperburuk kondisi kesehatan jantung itu sendiri.
Kondisi ini lebih sering dialami oleh wanita, terutama yang berada di sekitar masa menopause atau setelah menopause. Perubahan hormon pada fase tersebut juga dapat memengaruhi fungsi pembuluh darah dan kesehatan jantung.
Karena itu, penting untuk tidak mengabaikan sinyal tubuh yang terasa tidak biasa. Jika kamu mengalami kelelahan berkepanjangan, sesak napas, atau rasa cemas yang muncul bersamaan dengan gejala fisik lain, ada baiknya memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebabnya.
Kesadaran terhadap gejala yang tidak khas ini menjadi langkah penting agar masalah jantung pada wanita bisa dideteksi lebih dini dan tidak terlambat ditangani.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026